Jumat, 09 Nov 2018 14:19 WIB

Jokowi Coba Gesits, Ini Kata Yamaha soal Motor Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Motor listrik Yamaha e-Vino Foto: Response Motor listrik Yamaha e-Vino Foto: Response
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu sudah mencoba motor listrik Gesits. Setelah mencobanya, Jokowi menyebut mendukung motor listrik tersebut.

Pemerintah sendiri melalui roadmap yang dibuat menargetkan produksi 2,1 juta unit motor listrik dan 1.000 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) sampai tahun 2025 nanti. Soal motor listrik, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyebut mendukung pemerintah dalam proyek motor listrik.



"Yamaha itu besar di motor listrik. E-Vino salah satunya," kata Presiden Direktur Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Indonesia (YIMM), Minoru Morimoto.

Namun, kata Morimoto, saat ini tantangannya ada pada baterai. Untuk mendukung performa yang setara motor konvensional maka dibutuhkan baterai yang besar.



"Untuk motor listrik, kalau mau berlari 60 km/jam dengan jangkauan lebih dari 100 km, maka dibutuhkan baterai yang besar. Taruh di mana? Berat juga," sebutnya.

Menurutnya, pengujian baterai juga harus dilakukan sampai benar-benar siap dipakai. Kalau tidak, baterai bisa menjadi bom.

"Membuat baterai itu tidak mudah. Kita harus taruh di air, tes di temperatur tinggi, kita pukul-pukul, apakah oke? Karena baterai bisa jadi bom. Untuk membuat baterai bagus Yamaha melakukan tes," katanya.




Tonton juga 'Jokowi Jajal Motor Listrik Gesits: Suara Halus, Nggak ada 'Greng-greng':

[Gambas:Video 20detik]



Jokowi Coba Gesits, Ini Kata Yamaha soal Motor Listrik
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed