Selasa, 06 Nov 2018 10:23 WIB

Suzuki Belum Berniat Naikkan Harga Motornya

Rizki Pratama - detikOto
Motor Suzuki. Foto: Agung Pambudhy Motor Suzuki. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pada tahun ini begitu banyak kebijakan pajak baru serta berangsur naiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang menggoyangkan industri otomotif di Indonesia. Berbagai strategi tentunya sudah disiapkan oleh masing-masing pemegang merek untuk bertahan dan menjaga pasar mereka di tanah air.

Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi nasional ini, beberapa APM memilih jalan dengan menahan harga motor sembari menunggu kepastian. Selain nilai produksi dan distribusi yang meningkat daya beli pasar tentu akan berpengaruh dalam keberlangsungan industri otomotif di Indonesia.


Hal ini juga dilakukan oleh sepeda motor Suzuki yang berusaha menahan harganya selama mungkin.

"Sejauh ini sepeda motor Suzuki masih berhasil bertahan. Jika ditanya sampai kapan kami usahakan selama-lamanya," ujar Marketing Manager PT SIS, Banggas Pardede saat ditemui detikoto di Booth Suzuki pada gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018.

Banggas menegaskan kalaupun ada kenaikan harga itupun pengaruh dari nilai pajak kendaraan bermotor.

"Kita akan coba semaksimal mungkin, tapi kan biasanya natural setiap tahun akan naik. Kalau pun harga naik itu terkait dengan adanya nilai pajak kendaraan bermotor yang naik. Nilai Nilai Jual Kendaran Bermotor (NJKB) berubah mengikuti sekitar 1 sampai 2 persen dari inflasi," tegas Banggas.


Berdasarkan penjelasan Banggas tersebut nilai On The Road (OTR) sebuah sepeda motor dari pabrikan tidak naik.

"Sebenarnya dari pabrikan secara OTR tidak naik cuma BBN yang naik, jadi secara keseluruhan nilai OTR jadi naik."





Tonton juga 'Suzuki Luncurkan GSX-R150 ABS di IMOS 2018':

[Gambas:Video 20detik]

(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com