Rabu, 17 Okt 2018 19:50 WIB

Ganjil Genap Diperpanjang, Pengguna Mobil Beralih ke Motor?

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi ganjl genap Foto: Lamhot Aritonang Ilustrasi ganjl genap Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Usai gelaran Asian Para Games 2018, Pemprov DKI Jakarta terus melanjutkan aturan ganjil genap di beberapa ruas jalur protokol hingga akhir 2018. Hal ini tentunya makin membatasi ruang gerak kendaraan roda empat di jalanan DKI Jakarta.



Melihat kebijakan tersebut, apakah bisa ini jadi pemicu bermigrasinya pengguna mobil ke kendaraan roda dua seperti motor?

Dijelaskan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia Johannes Loman, kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta tidak berdampak terhadap peningkatan penjualan motor.

"Nggak ya. Nggak terlalu berdampak. Kita belum punya studi atau data tentang itu. Tapi kalau kami lihat sih belum banyak berpengaruh (ke penjualan motor di DKI Jakarta)," ujar Loman, ditemui di sela-sela acara Press Conference IMOS 2018 di Jakarta Selatan.



Menurut Loman, adanya peningkatan penjualan motor tahun ini bukan karena aturan ganjil genap, melainkan karena penjualan motor di luar Jawa yang kuat.

"Di sana (luar Pulau Jawa) daya beli masyarakat cukup baik karena perekonomiannya juga sedang bagus. Komoditas CPO (Crude Palm Oil) produksinya juga sedang banyak. Terus yang kedua, di sana panennya cukup berhasil ya," terang Loman.

Sampai Oktober 2018, menurut Data AISI sekitar 4,7 juta unit motor sudah terdistribusi. "Target penjualan sampai akhir tahun ini adalah 6,3 juta unit. Naik dari penjualan di tahun 2017, yang 5,9 juta unit," pungkas Loman. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed