Senin, 08 Okt 2018 15:32 WIB

Vespa Antik Dilarang di Tanah Kelahiran Pendirinya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi Vespa 2 Tak. Foto: Edzan Raharjo/detikcom Ilustrasi Vespa 2 Tak. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Genoa - Merek skuter asal Italia, Vespa, terkenal karena legendaris. Skuter bermesin 2 tak jadulnya masih ada sampai saat ini. Namun, skuter tersebut terancam punah karena alasan polusi udara.

Hal itu akan diberlakukan di Genoa, sebuah kota di Italia tempat kelahiran pendiri Vespa, Rinaldo Piaggio. Di kota itu pula pabrik original Piaggio berdiri, tepatnya di distrik Sestri Ponente.

Vespa yang kini diproduksi di Pontedera, Tuscany, Italia dengan cepat menjadi ikon gaya hidup Italia. Bentuknya yang ikonik menjadi ciri melambangkan modernitas dan kemerdekaan pascaperang. Di tahun-tahun kemudian, Vespa dinikmati sebagai skuter retro.



Tentu motor ini sudah banyak penggemarnya. Bahkan, saat ini tak sedikit penggemar Vespa yang mengoleksi skuter Vespa tua bermesin 2 tak. Tak terkecuali di Genoa, kota kelahiran Piaggio.

Sayangnya, pencinta Vespa tua di kota kelahiran kreatornya itu tampaknya akan dibuat kecewa oleh pemerintah kota. Sebab, diberitakan The Guardian, Walikota baru Genoa, Marco Bucci, berencana melarang motor Vespa bermesin 2 tak lantaran polusi.

Ini bukan kali pertama pemerintah kota Genoa berniat melarang Vespa tua. Sebelumnya pada 2016 tepatnya pada perayaan ulang tahun Vespa yang ke-70, pemerintah kota Genoa saat itu juga mewacanakan hal yang sama meski sampai saat ini belum diberlakukan.

Saat itu, rencananya motor yang diproduksi sebelum 1999 akan dilarang melintas di pusat kota pada pukul 7.00 pagi sampai 19.00. Pencinta Vespa pun memprotesnya, melalui Twitter mereka menyuarakan tagar "Jangan Sentuh Vespaku". Pemerintah kota akhirnya menunda kebijakan itu sampai saat ini. Kini, melalui walikota barunya, wacana tersebut dimunculkan lagi.

"Kami harus memastikan bahwa mesin yang paling berpolusi tidak lagi berada di tengah kota," kata Bucci.

The Guardian mencatat, mesin 2 tak yang digendong Vespa lawas memproduksi polusi 30-50 kali lipat daripada motor empat tak. Untuk itu, Bucci berencana membuat kota tersebut lebih modern.



Bucci menjanjikan pemilik Vespa di kota itu waktu untuk beradaptasi. Dia ingin Vespa bermesin 2 tak hilang dan digantikan dengan motor listrik.

"Strategi kami adalah mendukung kendaraan listrik. Dengan itu, mesin dua tak tidak memiliki waktu yang lama," katanya.

Klub Vespa di kota itu mengatakan mereka siap untuk menentang dan memperjuangkan agar Vespa 2 tak tidak hilang. Corrado Nicora, Sekretaris Vespa Club Genoa, menentang kebijakan itu.

"Orang-orang berbicara tentang globalisasi, tapi Anda tidak dapat mengendalikan orang. Kami berbeda dari kota-kota di utara seperti Amsterdam. Kami adalah Genoa. Kenapa kita semua harus sama?" katanya.




Tonton juga 'Gaung 'Ekstremis Vespa' dan Seribu Gayanya':

[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed