Selasa, 02 Okt 2018 18:56 WIB

Unik, Pelek dan Teromol Motor Diukir Motif Batik

Luthfi Anshori - detikOto
Teromol motor yang diukir batik. Foto: Luthfi Anshori Teromol motor yang diukir batik. Foto: Luthfi Anshori
Bekasi - Banyak cara dilakukan modifikator untuk mengangkat budaya lokal Indonesia. Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah dengan menyematkan motif batik di motor custom yang mereka bangun.

Jika motif batik di bodi atau sasis motor bisa dilakukan dengan teknik airbrush, decal, atau menempel kain batik langsung, maka untuk ornamen batik di area mesin, pelek, hingga teromol hanya bisa dilakukan dengan mengukirnya.



"Biar hasilnya lebih paten, maka cara yang paling baik dengan mengukir pelat besinya. Metode ini bisa tahan lama dibanding cat," ucap Sachroni dari Walker Studio Airbrush, Sukawangi, Bekasi, kepada detikOto, Selasa (2/9/2018).

Ada tiga tahapan mengukir batik di atas pelat teromol maupun pelek. "Mulai dari membuat sketsa, mengukirnya dengan alat ukir, terus dibantu sama grafir pas mau finishing," lanjut pria yang akrab disapa Ronie Walker ini.



Prosesnya sendiri, menurut Ronie, bisa makan waktu 2-3 jam. Sedangkan untuk biayanya berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Meski terlihat keren dan bikin motor tampil beda dari yang lain, Ronie tidak menganjurkan part-part yang sudah diukir tadi digunakan untuk motor harian.

"Karena pelat bisa dikikis sampai 3 mm. Menurut saya, itu bisa mengurangi kekuatannya. Jadi baik sokbreker, blok mesin, pelek, dan teromol yang sudah diukir, lebih baik dipakai untuk kontes modifikasi saja," wanti Ronie. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed