Minggu, 23 Sep 2018 19:16 WIB

Motor Mati Saat Jatuh atau Posisi Miring? Ini Penjelasannya

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi motor jatuh di lubang jalan. Foto: Imam Wahyudiyanta Ilustrasi motor jatuh di lubang jalan. Foto: Imam Wahyudiyanta
Jakarta - Jika Otolovers pernah mengalami kejadian motor mati mendadak saat jatuh atau saat motor dalam posisi miring, itu adalah hal yang normal. Artinya, fitur bank angle sensor bekerja dengan baik.

Bagi yang belum tahu, bank angle sensor merupakan salah satu fitur keselamatan yang ada di motor injeksi. Fungsinya untuk mematikan mesin, dengan cara menghentikan semprotan bahan bakar saat motor terjatuh. Alhasil cedera pada rider bisa diminimalisir.



Seperti dilansir dari laman Honda Cengkareng, teknologi bank angle sensor mulai diperkenalkan pada Honda GL 1500 Gold Wing, pada akhir tahun 1980-an.

Saat itu, fitur ini bekerja dengan mekanisme yang sederhana. Yakni terdapat kotak berisi cairan dan sebuah pendulum. Jadi pada saat motor terjatuh, cairan di dalam kotak tersebut akan menggerakkan pendulum yang berfungsi sebagai sensor untuk mematikan fuel pump dan sistem pembakaran.

Akan tetapi, hal ini dinilai belum sempurna karena cairan dalam kotak pelindung tersebut mudah menguap dan habis, hingga pada akhirnya pendulum tidak dapat berfungsi baik.

Seiring kemajuan zaman, sistem bank angle sensor terbaru pun bekerja dengan menerapkan prinsip elektronik. Sensor ini terdiri dari IC, latch-up circuit, dan pendulum.



Cara kerjanya juga diklaim lebih efektif. Yaitu ketika motor mencapai kemiringan di atas 60° atau ketika posisi pendulum menutupi IC dan latch-up circuit, maka secara otomatis sensor akan mengirimkan sinyal elektrik ke ECU untuk memutus kinerja fuel pump, injector, dan ignition coil, sehingga mesin motor ini mati.

Sensor kemiringan ini sengaja disematkan pada beberapa motor sport (dan berkembang ke motor injeksi), dengan pertimbangan bahwa sebagian besar motor sport menggunakan kopling manual.

Jadi ketika motor terjatuh, mesin akan tetap menyala. Padahal ini justru berbahaya bagi si pengendara, terutama ketika tangki bensin mengalami kebocoran yang dapat menyebabkan kebakaran.

Namun, sensor kemiringan ini tidak berlaku pada motor yang sedang menikung atau berbelok meski dengan sudut kemiringan yang sama. Sebab pada saat menikung terdapat gaya sentrifugal, yang membuat sudut kemiringan bank angle sensor tidak sama dengan sudut kemiringan motor yang terjatuh. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed