Rupiah Melemah, Suzuki Masih Tahan Harga

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 07 Sep 2018 15:45 WIB
Ilustrasi Suzuki Bandit Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS terus melemah. Tentu hal ini akan berdampak pada semua industri, termasuk industri otomotif baik motor dan mobil.



Karena bukan rahasia umum, meski sudah ada beberapa pabrikan memproduksi dalam negeri, namun tetap saja masih ada komponen yang masih di impor dari luar negeri. Pertanyaan pun muncul, mungkinkah harga Otomotif akan ikut meningkat?

Jika dilihat dari skema yang ada, pada umumnya pabrikan otomotif akan menaikkan harga jualnya guna menghindari kerugian. Namun berbeda dengan PT Suzuki Indomobil Sales 2W, pabrikan motor asal Jepang ini belum berniat untuk menaikkan harga mereka.

"Ya betul kita sekarang sedang bekerja dengan sangat keras, dari kita sih belum akan menaikan harga (setelah Rupiah melemah terhadap Dolar -Red)," kata Sales and Marketing 2 Wheel Department Head SIS, Yohan Yahya, di Cerita Rasa Restoran, Jakarta Selatan, Kamis (06/09/2018).



Ia mengungkapkan meski rupiah tengah melemah, Suzuki masih bisa menanggulanginya dengan melakukan efisiensi sehingga cost produksi bisa ditekan. Efeknya, harga motor yang diperhitungkan akan naik, bisa ditahan sehingga tak membebani konsumen

"Kenapa tidak menaikan harga, pasti itu akan ada hubungannya dengan volume penjualan juga, kita akan pasti melakukan pemetaan harga, antara kita dan kemampuan beli konsumen," ucap Yohan.



Tentu pertanyaan timbul sampai kapan pihak SIS bisa bertahan dengan tidak menaikkan harga, untuk kemudian bisa berbagi kesulitan dengan konsumennya.

Yohan mengakui beban tersebut tidak bisa diserap sepenuhnya oleh SIS, atau tak kuat selamanya menahan amukan dolar. Namun Yohan tidak bisa memastikan kapan.

"Tapi memang tekanan rupiah pasti sangat berpengaruh, kalo konsisten begini, mau tidak mau," kata Yahya (lth/ddn)