Kamis, 12 Jul 2018 09:30 WIB

Dolar Masih Kuat, Motor Suzuki Tetap Tahan Harga

Ruly Kurniawan - detikOto
Motor Suzuki Nex II. Foto: PT Suzuki Indomobil Sales Motor Suzuki Nex II. Foto: PT Suzuki Indomobil Sales
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat terhadap rupiah yakni di angka Rp 14.000-an. Kuatnya nilai tukar tersebut sudah berselang cukup lama dan membuat beberapa pabrikan otomotif menaikkan harga produknya.

Karena, meskipun mobil atau motor sudah diproduksi di dalam negeri, beberapa komponennya masih dibeli menggunakan dolar AS. Sehingga melemahnya rupiah terhadap dolar AS sangat berpengaruh kepada harga jual kendaraan itu sendiri.



PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua menyadari hal tersebut. Tetapi, mereka mengatakan bahwa masih menahan harga jual produknya sampai pada titik tertentu.

"Iya, kenaikan dolar AS itu berpengaruh kepada harga jual produk karena beberapa komponen masih ada yang harus dibeli di luar dan menggunakan dolar AS. Tentu, dolar yang sekarang masih stagnan tinggi sangat berat untuk Suzuki," ucap Manager Marketing 2W PT SIS Banggas Pardede saat dihubungi detikOto.

"Tapi kita masih tahan dulu," lanjutnya.



Tidak disebutkan akan tahan sampai kapan, yang jelas apabila pihak Suzuki Indonesia harus menaikkan harga jual motor-motornya kenaikan tersebut tidaklah besar.

"Yah kalau memang naik berada di kisaran 1-1,5 persen lah. Sedikit saja. Tapi pasti akan ada pengaruhnya," tutup Banggas. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed