Dikatakan, untuk penjualan setelah hari lebaran pihak diler deg-degan. Soalnya, libur panjang pasti akan mempengaruhi besaran cuti yang mereka (konsumen) ambil sehingga waktu efektif untuk berjualan menjadi berkurang.
"Bulan depan itu sangat pendek sekali waktu kerjanya, ini yang saya khawatirkan. Karena setelah lebaran kita tidak tahu orang-orang balik ke Jakartanya kapan. Kalau diputuskan pas akhir bulan, wah celaka lah kita seminggu," ucap Chief Marketing Officer PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku diler utama motor Honda di Jakarta dan Tangerang, Edi Setiawan kepada wartawan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga Pemerintah tidak memperpanjang lagi liburnya. Repot kita," tutupnya.
Tetapi, untuk pengiriman motor Honda dari pabrikan ke diler tidak akan berpengaruh banyak terhadap libur lebaran 2018. Soalnya, orang pabrikan tidak mengikuti libur nasional yakni cuti bersama tahun ini. Mereka mengacu pada libur lebaran tahun kemarin sehingga pendistribusian akan sama seperti lebaran tahun 2017.
"Pabrikan liburnya hampir sama dengan libur tahun sebelumnya, tidak mengikuti libur nasional cuti bersama. Mereka sudah konfirmasi liburnya sama dengan tahun lalu. Jadi kondisi barang pada saat lebaran akan sama dengan tahun kemarin," ujar Head of Marketing PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Ario. (ruk/rgr)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi