Jumat, 25 Mei 2018 16:07 WIB

Bukan karena Dolar, Ini Penyebab Motor Honda Naik Harga

Ruly Kurniawan - detikOto
Motor Honda PCX. Foto: Wahana Makmur Sejati Motor Honda PCX. Foto: Wahana Makmur Sejati
Jakarta - Nilai rupiah terhadap dolar masih melemah di angka Rp 14.000-an. Tentu akan ada dampak yang ditimbulkan dari kejadian ini. Namun untuk kenaikan harga sepeda motor Honda, tidak ada perubahan. Kalaupun ada kenaikan harga, itu disebabkan oleh kenaikan pajak BBN atau Bea Balik Nama.

Hal ini dikatakan langsung oleh Head of Marketing PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku diler utama motor Honda di Jakarta dan Tangerang, Ario. Disebutkan, kalau dolar menguat, pihak PT Astra Honda Motor (AHM) yang akan menanggungnya, bukan konsumen.



"Tidak pengaruh ya kenaikan dolar. Kemarin saya tanya AHM dan untuk hal ini dia yang absorb. Tidak dilimpahkan kepada konsumen. Lagi pula kita yang CBU hanya CRF250. CBR 250 memang sport, tapi hitungannya sudah masuk lokal," katanya kepada wartawan di Jakarta.

"Biasanya kenaikan harga unit itu karena meningkatnya biaya BBN. Bukan unitnya itu sendiri. Jadi kita menyesuaikan," lanjut Ario.



Untuk moge versi touringnya sendiri yakni Honda Goldwing gelombang kedua yang akan dibawa pada akhir tahun dipastikan tidak akan berbeda dari harga yang dikenakan ke pemesan di gelombang pertama. Tapi kalau pemerintah memutuskan untuk menaikkan BBN lagi, terpaksa pihak Honda akan memberi penyesuaian kembali.

"BBN itu kenaikannya sangat signifikan tahun ini. Kemarin saja sampai 15 persen. Konsumen yang memperhatikan pasti bertanya-tanya dan protes kok harga naik. Ya jawabannya karena BBN. Untuk Goldwing yang gelombang kedua nanti harganya berbeda atau sama dengan yang pertama, itu terus terang belum tahu. Kalau BBN naik signifikan, otomatis kita akan sesuaikan lagi harganya," ucap Ario. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed