Kamis, 24 Mei 2018 16:23 WIB

Alasan Kawasaki Alami Penurunan Penjualan di April 2018

Ruly Kurniawan - detikOto
Kawasaki Ninja 250 Foto: Agung Pambudhy Kawasaki Ninja 250 Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Penjualan sepeda motor di bulan April 2018 menunjukkan tren positif. Penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) sepeda motor di domestik data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengalami kenaikan pada April 2018 sebanyak 8,5 persen, dibanding bulan sebelumnya yakni dari 535.371 unit ke 580.921 unit. Namun sayang, tidak semua pabrikan roda dua merasakan hal itu. Dari lima produsen yang tercatat, Kawasaki mengalami penurunan telak.



Bagaimana tidak, pada bulan Maret 2018 Kawasaki berhasil mendistribusikan 13.696 unit motor ke jaringannya. Namun sebulan setelah itu, angka tersebut terjun bebas sampai hanya 2.282 unit saja. Pihak Kawasaki Indonesia mengatakan bahwa hal ini diakibatkan dari menurunnya daya beli motor premium di Tanah Air.

"Karena memang motor seharga Rp 50 juta sampai Rp 70 juta sedang menurun daya belinya," ujar Line Head Sales and Production Department Marketing and Sales Division Kawasaki Motor Indonesia Sucipto Wijono saat berbincang bersama wartawan di Jakarta.



Selain itu, hadirnya kendaraan baru pun mempengaruhi daya beli terhadap motor premium geng hijau ini. "Mobil baru yang murah juga mempengaruhi," lanjutnya.

Dari semua lini motor yang Kawasaki miliki, sebagai informasi Ninja 250 mengalami penurunan sangat signifikan. Dibanding bulan sebelumnya, ia turun sampai 80 persen. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed