Senin, 07 Mei 2018 11:57 WIB

Mau Mudik Naik Motor? Dengar Dulu Imbauan Menhub

Samsudhuha Wildansyah - detikOto
Arus balik pemudik motor di Jalan KH Noer Ali, Kalimalang Raya, Bekasi Barat, Senin (03/07/2017) lalu. Foto: Rengga Sancaya Arus balik pemudik motor di Jalan KH Noer Ali, Kalimalang Raya, Bekasi Barat, Senin (03/07/2017) lalu. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap masyarakat yang akan mudik Lebaran Idul Fitri 1439 H tidak menggunakan sepeda motor. Pemudik dianjurkan menggunakan angkutan umum untuk mencegah kecelakaan.

"Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pemilihan mudik Lebaran. Saya melihat mudik Lebaran ini indah ya, banyak yang ingin menggunakan motor. Tapi, dengan segala kerendahan hati, saya menganjurkan tidak menggunakan motor," kata Budi di kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat No 3, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).



Budi mengatakan, dalam dua tahun terakhir, setidaknya angka kecelakaan dengan sepeda motor selama mudik Lebaran mencapai 75 persen. Ia berharap masyarakat yang hendak mudik menggunakan alat transportasi lain.

"Dua tahun berturut-turut dicatat rekor kecelakaan itu 75 persen kendaraan motor. Jadi alangkah indahnya, saya mengimbau, jangan menggunakan motor karena sangat berbahaya," sambungnya.





Selain itu, Kementerian Perhubungan menunjuk Korlantas Polri untuk mengatur jalannya mudik. Dia mempersilakan Kakorlantas Irjen Royke Lumowa membuat pos-pos kepolisian di semua jalur mudik.

"Harapannya, leadership (kepemimpinan) yang akan kita berikan ke kepolisian untuk mengatur, termasuk saya tunduk pada Kakorlantas untuk mengatur bagaimana jalannya mudik Lebaran ini," ujarnya.

Produsen motor sendiri sebenarnya sudah aktif mengajak pemotor untuk tidak menggunakan motor saat mudik. Produsen motor seperti Honda tiap tahunnya selalu mengajak pemotor naik bus. Motor mereka angkut dengan truk ke berbagai daerah, sedangkan pemotornya naik bus.

Tahun ini, PT Astra Honda Motor (AHM) sudah mulai membuka pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) 2018. Pendaftaran dibuka serentak pada tanggal 2 Mei 2018 di 8 lokasi diler yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

MBBH 2018 akan menempuh rute seperti tahun lalu yaitu Jakarta - Semarang dan Jakarta - Yogyakarta. Sehubungan atas banyaknya pemudik yang berasal dari daerah sekitar Solo seperti Klaten, Boyolali, atau Wonogiri, maka pada tahun ini AHM membuka rute MBBH baru yaitu Jakarta - Solo. Ketiga rute tersebut akan diberangkatkan pada 10 Juni di AHM Sunter, Jakarta Utara pukul 09.00 WIB. Sementara itu, untuk pemudik yang ingin kembali ke Jakarta dapat mendaftar untuk rute Yogyakarta - Jakarta dan Semarang - Jakarta yang diberangkatkan pada 19 Juni 2018. AHM menyiapkan 56 bus untuk para pemudik dan 20 truk pengangkut 1000 motor pemudik yang akan diberangkatkan pada 9 Juni 2018 dari pelataran parkir Bhanda Ghara Reksa (BGR), Kelapa Gading, Jakarta Utara pada pukul 10.00 WIB. Untuk arus balik, AHM menfasilitasi 20 bus untuk pemudik dan 6 truk untuk mengangkut 300 motor pemudik.

Adapun lokasi pendaftaran program MBBH 2018 yaitu Astra Motor Center - Jakarta, Bintang Jaya - Buaran Klender, Tunas Dwipa Matra - Saharjo, Tebet, Wahana Gunung Sahari - Gunung Sahari,Nusantara Surya Sakti - Slipi, Mitra Jaya - Kranji, Wahana Cipondoh - Tangerang, dan Daya Motor Cisalak - Depok.



(idh/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed