Sabtu, 14 Apr 2018 17:02 WIB

Asmat Bisa Jadi Kota Percontohan untuk Motor Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jokowi naik motor listrik di Asmat. Foto: Dok. Biro Pers Setpres Jokowi naik motor listrik di Asmat. Foto: Dok. Biro Pers Setpres
Jakarta - Motor listrik masih menjadi perdebatan sampai saat ini. Masalah infrastruktur, peraturan, harga yang tinggi, sampai limbah baterai motor listrik menjadi sorotan. Karena alasan itu, motor listrik belum beredar massal di Indonesia.

Namun, ternyata pemakaian motor listrik sudah umum di Indonesia paling timur sana. Tepatnya di Agats, Kabupaten Asmat, Papua, masyarakatnya sudah terbiasa menggunakan motor listrik untuk mobilitas sehari-hari. Bahkan, saat kunjungan ke sana, Jokowi pun menggunakan motor listrik.



Salah satu produsen motor listrik, WIM Motor (anak perusahaan produsen sepeda WIM Cycle yang juga motor listriknya digunakan oleh Jokowi di Agats), menilai Agats bisa saja jadi kota percontohan untuk penggunaan motor listrik.

"Sebenarnya di Agats itu kalau dijadikan pilot project kita bisa banget lho. Mereka sudah sediakan seperti charging station, itu yang saya dengar dari pelanggan, ya charging station versi simpel lah," kata Sales and Marketing Manager WIM, Wenson kepada detikOto.

Memang benar, PLN pun menyediakan lokasi pengisian listrik di kota Agats. SPLU ini dapat mengisi listrik sepeda motor hanya dengan uang Rp 5.000. Pemilik kendaraan bisa membeli pulsa listrik dengan harga Rp 5.000 kemudian melakukan pengisian di SPLU yang telah tersedia.



Motor listrik nyatanya sudah banyak digunakan oleh masyarakat Agats. Bahkan hampir 100 persen motor di Asmat adalah motor listrik. "99 persen kendaraan di sini ramah lingkungan, karena menggunakan motor listrik," ujar Asisten III Setda Kabupaten Asmat, Syamsul Agas seperti detikOto kutip dari detikFinance.

Motor listrik ini biasa disebut warga dengan motor cas. Motor listrik tidak mengeluarkan emisi. Inilah alasan paling bijak untuk tidak menggunakan kendaraan dengan BBM. Orang Asmat juga pakai motor listrik karena anti polusi udara. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed