Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 13 April 2018, 18:25 WIB

Cerita Motor Listrik Bisa Sampai ke Papua dan Dipakai Jokowi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Cerita Motor Listrik Bisa Sampai ke Papua dan Dipakai Jokowi Presiden Joko Widodo berboncengan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengendarai motor listrik. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta - Saat ini motor listrik masih menjadi perdebatan. Masalah infrastruktur, harga, sampai limbah dari motor listrik menjadi beberapa alasan mengapa motor listrik belum massal di Indonesia.

Di sisi lain, di Indonesia paling timur sana, motor listrik menjadi kendaraan untuk aktivitas sehari-hari. Di Agats, Kabupaten Asmat, Papua, misalnya, masyarakatnya sudah terbiasa menggunakan motor listrik. Bahkan, saat kunjungan ke sana, Jokowi pun menggunakan motor listrik.



Jokowi saat blusukan ke Agats menunggangi motor listrik dari WIM Motor, anak perusahaan produsen sepeda, WIM Cycle. Motor listrik WIM Zero 8i itu bahkan hanya dijual di Papua, khususnya di Agats. Itu dikatakan langsung oleh Sales and Marketing Manager WIM, Wenson. Bagaimana cerita awalnya motor listrik WIM Motor bisa sampai ke Papua?

"Orang Agats itu kalau membeli barang ke Jawa, mereka kan ke Jawa naik kapal, mereka mencari kebutuhan yang mereka butuhkan di Pulau Jawa. Mungkin pada saat itu mereka melihat ada barang (motor listrik) yang bisa dijual di sana," cerita Wenson kepada detikOto, Jumat (13/4/2018).

Sebenarnya sudah lumayan lama motor listrik WIM Motor dipasok ke Papua. Menurut Wenson, WIM Motor sudah merakit motor listrik mulai 2009. Dan motor yang ditunggangi Jokowi hanya ada di Papua.



"Karena kemungkinan pada saat itu BBM masih langka dan mahal di sana. Jadi mereka mencari alternatif lain sebagai kendaraannya. Nah ditemukanlah motor listrik ini. Sehingga melalui toko-toko kami di Surabaya, mereka beli di toko-toko itu. Intinya mereka bukan langsung (memesan) ke kita (WIM Motor) juga. Tapi melalui distributor kita yang ada di Surabaya. Cuma barang yang kita bikin itu 100 persen larinya ke sana (Agats) semua," ucap Wenson.

Menurut Wenson, sudah banyak motor listrik dari WIM yang dikirim ke Papua. Mungkin jumlahnya sudah ribuan unit.

"Kita sistemnya nggak (distribusi motor listrik) berapa banyak per bulan. Jadi kita itu setahun mungkin cuma bisa produksi 3-4 kali. Sekali produksi itu anggap saja 100 unit," kata Wenson.



Sementara itu, masyarakat di Asmat memang sudah terbiasa menggunakan motor listrik. Bahkan hampir 100 persen motor adalah motor listrik. "99 persen kendaraan di sini ramah lingkungan, karena menggunakan motor listrik," ujar Asisten III Setda Kabupaten Asmat, Syamsul Agas seperti detikOto kutip dari detikFinance.

Menurut Syamsul, listrik di Asmat tak hanya untuk penerangan, tapi juga pengisian motor listrik. Bahkan, dia mengklaim, Asmat adalah satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang warganya memakai motor listrik.

"Kami merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menggunakan kendaraan tanpa bahan bakar minyak, tetapi menggunakan energi listrik," kata Syamsul.

"Jumlah kenderaan roda dua (motor) yang ada di Kabupaten Asmat sebanyak 1.920 unit, semua pakai listrik," tambahnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed