Kamis, 18 Jan 2018 10:02 WIB

Tahun Politik 2018, Tahun Baik Buat Jualan Motor

Muhammad Idris - detikOto
Foto: Pool/Honda Foto: Pool/Honda
Jakarta - Meski 2018 dianggap sebagai tahun politik dengan beragam tantangan, penjualan sepeda motor di tahun ini diprediksi bakal menggairahkan. Ini karena menjelang pemilu, baik pilkada maupun legislatif, konsumsi masyarakat ikut terkerek naik, roda dua salah satunya.

"Biasanya ya di tahun politik itu tahun yang baik buat jualan motor. Tahun ini kita harapkan ada kenaikan. (Sales) main dealer kita ditargetkan naik dari Rp 5,5 triliun ke Rp 5,8 triliun di 2018," ungkap Direktur Keuangan Wahana Artha Group di kantornya, Gunung Sahari, Jakarta.

Wahana Artha sendiri, lewat main dealernya, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), saat ini memiliki pangsa pasar sepeda motor Honda di sebesar 71% di Jakarta dan Tangerang. Tahun lalu, total penjualan sepeda motor sebesar 392.500 unit. Sementara tahun 2018, penjualan ditargetkan 419.000 unit.

"Ini perlu kerja lebih giat karena semakin ketat persaingan antar merek, kita berusaha strategi marketing yang efektif dengan dukungan produk dari Astra Honda Motor," ujar Taufik.

Sepanjang Januari-Desember 2017, penjualan roda dua WMS didominasi oleh motor matic sebesar 352.200 unit. Kemudian segmen motor tipe cub sebesar 18.600 unit, serta 21.000 all type untuk motor sport, termasuk CBR 250 RR dan CRF 250 Rally.

"Meski kondisi pasar 2017 kurang bergeliat, namun konsumen tetap menjadikan Honda sebagai moda transportasi pilihan. Tipe AT (matic) menjadi pilihan utama dengan keberhasilan penjualan hingga 352.200 unit," ungkap Direktur Marketing Wahana Artha Group, Edi Setiawan.

Selain dari main dealer, Wahana Group lewat penjualan ritelnya di anak perusahaan yakni PT Wahanaartha Ritelindo (WARI) dengan 21 dealernya, juga mencatatkan penjualan cukup baik di 2017 dengan penjualan 46.200 unit motor all type.

(idr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed