Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 09 Januari 2018, 07:13 WIB

Modif Helm Jadi Makin Keren Boleh Saja, tapi Tetap Utamakan Safety

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Modif Helm Jadi Makin Keren Boleh Saja, tapi Tetap Utamakan Safety Modif Helm Jadi Makin Keren Boleh Saja, tapi Tetap Utamakan Safety Foto: Dok. Fhabian Motoshop
Jakarta - Modifikasi helm saat ini tengah ngetren. Banyak helm fullface yang diubah dengan mengganti dan menambah part agar terlihat lebih keren. Kiblat modifikasi helm biasanya lebih kepada balapan road race seperti MotoGP.

Biasanya, helm dimodifikasi dengan penambahan perangkat spoiler. Selain itu, ada juga yang memodifikasi helm dengan mengganti kaca atau visor menjadi flat visor agar bisa ditempeli tear off dan tear off post.

Baca: Selain Alat Keselamatan, Helm Juga Jadi Fashion

Namun, modifikasi helm tak boleh berlebihan. Utamanya adalah unsur keselamatan. Setidaknya itulah menurut Budi, penggawa Fhabian Motoshop yang bermarkas di Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat.

"Ibaratnya modif kan seni, jadi jangan cuma keren doang, kembali lagi ke fungsi utama helm itu apa," kata Budi kepada detikOto saat ditemui di tokonya di Cibinong, belum lama ini.

Budi memberikan contoh soal penggantian visor menjadi flat visor. Beberapa pabrikan memang sudah melengkapi helmnya dengan flat visor. Tapi ada juga yang masih menggunakan visor cembung.

Biasanya, pemilik helm yang dari pabrikannya hanya dibekali visor cembung memodifikasi visor menjadi flat dengan mengganti visor plus dudukannya (rachet). Banyak toko helm di Indonesia yang menyediakan modifikasi flat visor untuk helm. Mereka biasanya mencomot flat visor dari merek helm lain. Misalnya, helm KYT Vendetta 2 yang dari pabrikannya hanya punya visor cembung, diganti menggunakan flat visor dari KYT C5 atau NHK Terminator dengan rachet yang sudah dimodifikasi agar pas untuk KYT Vendetta 2.

Nah, yang harus diperhatikan adalah modifikasi flat visor dan rachetnya itu. Jangan asal modifikasi sehingga terkesan terlalu 'maksa'.

"Modif visor itu kadang ada yang terlalu maksain, pakai partnya dari mana tanda tanya. Tetap sih usahain kacanya yang ori, bahan visornya itu polycarbonate. Intinya bahannya yang ori, jangan coba-coba pakai yang asal-asalan," ucap Budi.

"Atau kayak KYT R10 dulu sebelum ada flat visor dari pabrikannya, itu menurut saya nggak rekomen. Pakai flat visor KYT C5 pun terlalu maksain. Fungsinya nggak bakalan 100 persen bagus. Helm kan bukan buat pajangan doang, intinya buat safety," sambungnya. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed