Rabu, 03 Jan 2018 13:00 WIB

Jangan 'Lagu-laguan', Mending Modifikasi ala Pabrikan

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Pool/Wahana Makmur Sejati Foto: Pool/Wahana Makmur Sejati
Jakarta - Memodifikasi motor sendiri memang sah-sah saja dilakukan, namun sebelum melakukan modifikasi ada baiknya Otolovers mencari referensi terbaik agar tidak merugikan.

Seperti kasus terbakarnya Honda CRF150L yang mengubah sistem pengabutan injeksi menjadi karburator. Jelas hal itu tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Nah untuk itu, Astra Honda Motor (AHM) mengingatkan buat para pecinta modifikasi ada baiknya melakukan modifikasi sesuai dengan rekomendasi yang ada.



"Modifikasi yang aman, sebaiknya dilakukan oleh mekanik yang punya pengalaman yang baik dan disertai peralatan yang memadai," kata Senior Analyst, New Model Service & Publication Dept PT AHM, Sarwono Edhi kepada detikOto.

Sebut saja, lanjut Sarwono, modifikasi pada bagian sistem kelistrikan. "Untuk penggunaan kabel misalnya, gunakan kabel yang sesuai dengan pabrikan kekuatannya, baik voltase, ampere-nya, demikian pula sambungan kabelnya, penyambungan harus kuat, bisa disolder dan jika menggunakan isolasi, gunakan yang khusus untuk listrik, untuk mencegah korsleting," katanya.

"Untuk komponen yang lain, gunakan merek-merek yang memiliki kualitas yang baik. Dan pengencangan baut dan mur, sebaiknya menggunakan kunci torsi, agar pengencangannya sesuai dengan spesifikasi, terlebih untuk komponen pada mesin," ujarnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed