"Transformasi ini, oleh pemerintah harus diperhatikan supaya tidak terjadi nanti pada saat peralihan, terus terjadi beberapa puluh atau bahkan beberapa ribu karyawan tidak mendapatkan kerja lagi," ujar Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia Gunadi Sindhuwinata.
Mantan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia ini mengatakan motor listrik tidak memiliki komponen sebanyak kendaraan berbahan bakar konvensional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Coba anda bayangkan, komponen yang dipakai di kendaraan bermotor konvensional jika dibandingkan dengan kedaraan listrik akan jauh lebih sedikit. Ini tentunya kan mengurangi kepentingan untuk mengurangi komponen konvensional tersebut," tutur Gunadi.
Namun meski demikian lanjut Gunadi,bisa juga karyawan yang bekerja pada industri kendaraan konvensional dipekerjakan pada pekerjaan baru yang terkait dengan kendaraan listrik.
"Transformasi dari karakter profesi yang lama menjadi yang baru, karena kehadiran kendaraan bermotor listrik tadi membuat pekerjaan akan berkurang, dan sebagainya. Tapi kemudian, timbul pekerjaan baru. Timbul kompetisi yang ditimbulkan lainnya. Jadi memang ada transformasinya," terang Gunadi.
"Jadi memang pemerintah harus memperhatikan masalah transformasi ini, agar mereka (karyawan) tidak ada yang menganggur," pungkasnya. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS