Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 16 November 2017, 09:56 WIB

Honda PCX Sudah Tahap Final untuk Diproduksi di Indonesia

M Luthfi Andika - detikOto
Honda PCX Sudah Tahap Final untuk Diproduksi di Indonesia Honda menampilkan model baru PCX Hybrid di Tokyo Motor Show. Foto: Rangga Rahadiansyah
Bandung - Kabar Honda akan memproduksi skuter bongsor PCX di Indonesia memang bukan kabar baru. Tapi kini sepertinya Honda sudah mulai bersiap untuk bisa melahirkan Honda PCX lokal dalam waktu dekat.

Deputy Head of Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, di Bandung saat Fun Touring Honda CRF 2017, memang tidak terang-terangan memberikan informasinya kapan Honda akan benar-benar memproduksi Honda PCX di Indonesia. Namun tersirat Honda sepertinya akan benar-benar memperkenalkan Honda PCX lokal dalam waktu dekat.



"Oh iya itu lagi tahap finalisasi, nanti akan disampaikan tidak lama lagi," ujar Muhib.

Sayangnya, saat dikonfirmasi kapan pastinya Honda akan memperkenalkan Honda PCX lokal, Muhib masih menutup rapat informasinya tersebut.

"Masih studi," jawab singkat Muhib.



Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, alasan harga jual PCX yang terbilang mahal membuat skuter bongsor ini kalah pamor jika dibandingkan dengan pesaingnya di Indonesia, karena memang motor itu masih didatangkan dari luar negeri.

Bahkan waktu itu Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya pun mengakui agar bisa bersaing, motor harus diproduksi di Indonesia.

"Ya kalau di pasar yang high-end (skuter bongsor) dengan harga segitu (Rp 20 jutaan ke atas) sedang berkembang ya mau nggak mau harus dibuat di domestik," ujarnya kepada wartawan.



Meski demikian, Thomas masih enggan mengatakan apakah PCX masih akan didatangkan CBU atau dirakit lokal. "Itu yang masih saya bilang, salah satu pertimbangan di final study. Bisa baru bisa juga yang itu, tipenya apa, bisa yang CBU bisa yang baru," tuturnya.

Yang jelas, lanjut Thomas, pasar skuter bongsor di atas Rp 20 jutaan memang sedang berkembang dan cukup tinggi peminatnya. "Yang jelas bermainnya di pasar high end, jadi pasar matik di atas Rp 20 juta ini berkembang, jadi Rp 20- Rp 30 jutaan pasarnya ada," tambah Thomas waktu itu. (lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +