"Awalnya seminggu sebelum pembelian pertama ke diler mbak-mbak-nya menolak, minta uang receh saya ditukar ke bank dulu gitu. Terus batin saya pasti lama karena ada batasan cuma Rp 500 ribu sehari. Sedangkan saya harus segera beli motornya untuk anak sekolah," jelas Ernawati ketika ditemui detikOto di rumahnya.
Baca juga: Dengan Recehan Beli Kawasaki Ninja 250 |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Eko, suami Erna, di bengkel las nya secara terpisah mengatakan bahwa ide mengumpulkan uang receh tersebut atas saran anaknya Muhammad Pradita Candra Amarta 2 tahun lalu waktu masih SD.
"Awalnya ide dari anak saya. Yah, mbok menabung uang recehnya buat beli motor besok kalau SMP," ucap Eko di bengkelnya yang ada di Kecamatan Parang menirukan anaknya Jumat (10/11/2017).
Semoga anaknya kalau mau pakai Ninjanya setelah cukup umur ya, ingat #nodrivingunder17. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi