Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kementrian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan standarisasi baterai pada motor listrik di Indonesia akan mampu menyelaraskan seluruh pelaku otomotif untuk membuat produk yang aman dan nyaman. Standarnya pun nanti tidak sembarangan yakni mengadopsi dari International Electrotechnical Commission (IEC) yang sudah digunakan di Eropa.
"Kita sedang mengembangkan beberapa standar khususnya pada bagian baterai. Sebetulnya bukan standar baru tapi mengadopsi dari IEC yang ada di Eropa. Sehingga tidak perlu riset dan pengembangan lagi untuk baterai yang baik dan benar. Karena mereka lebih maju, kita tingal lakukan assessment, kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, kita adopsi, kemudian kita sahkan menjadi suatu standar," ucap Putu di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, dirinya menyebut standarisasi baterai menggunakan IEC 626601 dan IEC 626602. Sedangkan untuk standarisasi untuk keselamatan kendaraan listriknya akan mengadopsi dari International Organization for Standardization (ISO), khususnya pada ISO 13063.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal semacam ini yang perlu disiapkan standarnya supaya peralatan yang beredar dan dijual luas merupakan peralatan aman dan tidak mengganggu kesehatan lingkungan," katanya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu