Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 22 Agustus 2017, 16:49 WIB

Larangan Motor di Jalan Protokol

Daripada Melarang, Mending Ada Ganjil Genap untuk Motor

Dina Rayanti - detikOto
Daripada Melarang, Mending Ada Ganjil Genap untuk Motor Motor di Jalan Rasuna Said (Foto: Heldania Ultri Lubis/detikcom)
Jakarta - Para pengendara sepeda motor bakalan dilarang melintas mulai Oktober nanti. Hal itu pun menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Seperti misalnya dari komunitas Honda CBR yang setuju aturan tersebut diterapkan asal transportasi umum sudah memadai.

"Rencana penerapan dalam waktu dekat harus dikaji lagi, jangan membuat peraturan dengan terburu-buru tapi merugikan masyarakat. Jika memang dari statistik NTMC populasi terbesar adalah pengguna motor, mungkin cara mengurangi kemacetan bukan hanya tidak boleh lewat jalan protokol," ungkap Ketua Harian Honda CBR Indonesia, Dewan Rizkiawan saat dihubungi detikOto, Selasa (22/8/2017).

Ia justru menyarankan daripada melarang sepeda motor melintas lebih baik menerapkan sistem ganjil genap seperti yang diterapkan pada mobil di jalan protokol Sudirman-Thamrin.

"Mungkin jika boleh kami usul mulai bisa disamakan dengan pengguna mobil yaitu dengan metode ganjil genap, atau bisa bertahap misal motor tidak boleh masuk Jakarta pada hari atau jam tertentu," lanjut Dewan.

Sebagai informasi, aturan soal pelarangan sepeda motor melintas di jalan protokol ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan juga memaksa agar masyarakat mulai beralih menggunakan transportasi umum.

Sebelum menerapkannya, polisi akan melakukan ujicoba terlebih dahulu di jalur-jalur tersebut dan kemudian melakukan evaluasi. (dry/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed