Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 22 Agustus 2017, 16:40 WIB

Larangan Motor di Jalan Protokol

Kasihan Karyawan dan Kurir di Rasuna Said-Sudirman

M Luthfi Andika - detikOto
Kasihan Karyawan dan Kurir di Rasuna Said-Sudirman Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sepeda motor lagi-lagi menjadi kambing hitam yang kerap disalahkan saat kemacetan melanda ibukota Jakarta. Terbukti berbeda dengan mobil yang masih bisa melintas dengan kebijakan ganjil-genap, motor dilarang masuk jalan protokol seperti Rasuna Said dan Sudirman.

Suzuki motor pun coba mengingatkan kembali, peran sesungguhnya dari sepeda motor di Indonesia.

"Saya mungkin akan bicara dari sudut yang lain, dimana fungsi dari sepeda motor adalah sebagai salah satu transportasi yang efisien dan sangat mobile," kata Sales & Marketing 2W Departement Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.



Sehingga dengan adanya pelarangan sepeda motor melintas di jalan protokol ini bisa mempengaruhi biaya transportasi.

"Dengan pelarangan tersebut (dilarangnya motor melintas di jalan protokol Rasuna Said dan Sudirman) akan mempengaruhi cost transportasi dari karyawan yang menggunakan motor sebagai alat transportasi," katanya.



Bahkan menurut Suzuki, dilarangnya motor melintas di jalanan protokol bisa mengakibatkan kerugian lainnya.

"Di samping itu kegiatan perusahaan dalam mengirim atau menerima barang atau keperluan lainnya, juga akan terhambat karena tidak ada kurir yang bisa bergerak cepat," katanya. (lth/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed