'Tidak Bisa Bikin Motor dan Mobil Listrik 122 Fakultas Teknik Ditutup Aja'

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 18 Agu 2017 20:35 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Prototipe mobil dan motor listrik sebenarnya bukan hal baru bagi di Indonesia. Sudah ada beberapa perguruan tinggi yang membuat mobil dan motor listrik bahkan mengikuti beberapa kompetisi nasional.

Namun hingga saat ini belum ada yang diproduksi secara massal, masih hanya konsep-konsep saja.

"Kalau Indonesia nggak bisa (buat motor dan mobil listrik) kita itu punya fakultas teknik seluruh Indonesia 122 perguruan tinggi negeri, sampai saya pikir kalau nggak bisa tutup aja ya," kata Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir seraya tertawa, di Kompleks Industri Wika Cileungsi, Bogor, Jumat (19/8/2017).

"Artinya kita harus challenge betul ternyata SDM kita mampu, kita bisa lakukan itu bagaimana regulasi," tutur Nasir.

Menurut Nasir memang untuk mengembangkan industri otomotif lokal masih terkendala oleh beberapa regulasi yang menghambatnya.

"Mari kita tata ulang regulasi-regulasi tadi saya sudah nyiapkan RUU dengan sistem inovasi nasional kami sudah siapkan rancangan untuk transportasi nasional seperti apa riset nggak berhenti di rak harus jadi seperti ini nyata," tutup Nasir. (dry/lth)