Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 24 Juni 2017, 12:12 WIB

Mudik Pakai Motor Berisiko, Driver Ojek Online Pilih Naik Bus

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mudik Pakai Motor Berisiko, Driver Ojek Online Pilih Naik Bus Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Mudik menggunakan sepeda motor sebenarnya tidak dianjurkan karena keselamatannya. Untuk itu, berbagai pihak pun mengadakan program mudik bareng, salah satunya yang dilakukan Astra Honda Motor (AHM).

AHM tahun ini kembali menggelar Mudik Balik Bareng Honda (MBBH). Pemudik yang ingin membawa motor ke kampung halamannya bisa mengikuti program ini. Motor pemudik diangkut menggunakan truk, dan pemudiknya diantar menggunakan bus.

Cukup membayar Rp 150.000, pemudik bisa tenang untuk menuju kampung halaman. Berbagai fasilitas hingga asupan makanan pun disediakan untuk pemudik di program ini. Tahun ini Honda memberangkatkan pemudik dalam 2 rute yaitu Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta. Sebanyak 56 bus eksekutif berangkat dari kantor AHM di Sunter, Jakarta pada Kamis (22/6/2017) lalu.

Apa kata pemudik? Nasun (48 tahun) yang sehari-hari menjadi driver ojek online menjadi salah satu pemudik yang ikut program MBBH ini. Hampir saban tahun sejak 4 tahun lalu dia ikut program mudik bareng ini.

"Saya mudik ke Semarang lanjut Pati. Dari Semarang ke Pati nanti lanjut naik motor sekitar 2 jam. Kita ikut Honda ini enggak sekali dua kali. Hampir tiap tahun ikut. Kira-kira sudah 4 tahunan ikut," kata Nasun kepada detikOto.

Ketimbang mudik menggunakan sepeda motor langsung dari Jakarta, Nasun menyebut lebih nyaman ikut mudik bareng. Keselamatan pun terjamin.

"Pengalamannya selama ikut ini ya enak, aman, nyaman. Jadi kita tenang, enggak ada risiko. Kalau kita naik motor sendiri kan pasti ada risikonya, kita jadi capai. Kalau naik motor bisa dari sini jam 6 pagi sampai sana jam 9 malam," katanya.

Selama ikut mudik bareng Honda, Nasun menilai bus yang disediakan cukup nyaman. Dia merasa puas ikut program ini.

"Kalau busnya saya udah puas. Soalnya masih baru, aman, nyaman. Apalagi makan juga disediain," katanya.

Hal yang sama diutarakan oleh Paji yang mudik ke Purwodadi dengan naik bus bareng Honda sampai Semarang. Ini menjadi pengalaman pertamanya ikut Mudik Balik Bareng Honda.

"Kayaknya sih lebih nyaman ya. Semuanya tersedia di sini. Biasanya saya sebelum puasa mudik naik motor sendiri. Sebenarnya naik motor senang, cuman ya capainya itu. Apalagi kalau misalnya mepet lebaran kan bisa lama di jalan. Lebih nyaman, lebih enak ikut ini. Lebih terjamin keslamatan. Karena kan kalau lagi ramai rawan kecelakaan. Kalau naik bus kan terjamin keselamatannya," katanya.

Paji mengatakan, motornya sudah dikirim menggunakan truk. Posisi motor milik pemudik yang ikut program ini pun bisa dilacak melalui aplikasi di smartphone.

"Motornya sudah dikirim, sudah sampai di Semarang. Semarang ke Purwodadi nyambung motor, kira-kira 2 jam naik motor dari Semarang," katanya.

Darman yang mudik bersama anaknya ke Purwodadi menyatakan, lebih aman mengikuti program mudik bersama ini ketimbang naik motor. Apalagi dia juga mudik bersama anaknya.

"Ini mudik sama anak. Ngeri kalau naik motor. Kayaknya terlalu banyak risiko kalau naik motor. Kasian anak kalau naik motor. Risikonya, belum kitanya capek. Mendingan ikut mudik bareng. Ikut ini enak kayaknya. Lebih nyaman. Tahun depan saya ikut lagi kayaknya," kata Darman.

Darman juga menilai bus yang disediakan nyaman. "Jadi bukan bus yang asal-asalan. Kalau mudik busnya asal-asalan. Itu kan ngeri," katanya.

Kini rombongan pemudik dengan bus ini sudah tiba di kampung halaman. Dari Semarang dilaporkan 849 peserta Mudik Balik Bareng Honda 2017 tiba di Semarang pada pukul 22:00 WIB 22 Juni 2017.

Sebanyak 849 konsumen tujuan Semarang diberangkatkan dengan 20 bus, beserta motornya sebanyak 363 unit dengan menggunakan 7 truk ekspedisi yang telah dikirim dua hari sebelumnya pada tanggal 21 Juni 2017.

(khi/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed