Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Minggu 04 Juni 2017, 03:23 WIB

Pesaing Google Ini Siap Bawa Mobil Tanpa Sopir ke Jalan Raya Tahun 2020

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pesaing Google Ini Siap Bawa Mobil Tanpa Sopir ke Jalan Raya Tahun 2020 Foto: Reuters/Aly Song
Beijing - Perusahaan teknologi akhir-akhir ini turut meramaikan industri otomotif. Salah satunya adalah teknologi mobil tanpa sopir.

Google dan Apple tertarik masuk industri otomotif dengan mengembangkan mobil otonom. Tak hanya itu, pesaing Google dari China, Baidu pun turut mengembangkan mobil otonom.

Mengenal Jantung Mobil Tanpa Sopir

Diberitakan Reuters, Baidu Inc akan merilis teknologi mobil tanpa sopir pada bulan Juli mendatang. Pada Juli nanti, Baidu baru membuka teknologi mobil otonom di lingkungan terbatas.

Ini merupakan langkah Baidu sebelum memperkenalkan teknologi mobil tanpa sopir sepenuhnya. Baidu mengatakan, mereka akan memperkenalkan kemampuan mobil tanpa sopir sepenuhnya di jalan raya dan jalan kota terbuka mulai 2020.

Mobil tanpa sopir Baidu menggunakan teknologi mengemudi otonom "AutoBrain". Hal itu termasuk pemetaan HAD (highly automated driving) untuk merekam data jalan 3 dimensi dalam beberapa sentimeter akurasi posisi kendaraan.

Mobil tanpa sopir BaiduMobil tanpa sopir Baidu Foto: Istimewa


Selain perusahaan teknologi, pabrikan mobil konvensional juga sudah banyak yang mulai berani membocorkan teknologi mobil tanpa sopir mereka. BMW baru-baru ini, juga mengatakan kalau mobil tanpa sopir mereka kemungkinan bisa dijual setelah tahun 2020.

Produsen Jerman lainnya, Audi juga sudah mulai berani mengetes mobil tanpa sopir mereka di jalanan. Audi diperbolehkan mengetes mobil di jalanan New York.

Namun nyatanya dengan semua kecanggihan yang ditawarkan, masih banyak yang belum berani untuk berkendara menggunakan mobil tanpa sopir atau otonom di masa mendatang.

Misalnya kalau dari Indonesia, dari kalangan mahasiswi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mereka mengkhawatirkan adanya kemungkinan error dan aksi hacker ypada sistem mobil tanpa sopir.

"Karena mobilnya itu kan dikendalikan sistem gitu ya, jadi gak bisa diprediksi. Takutnya kalau kenapa-kenapa kita malah gak bisa ngontrol. Jadi ya ga berani, sih," ujar Danifa Vanesia.

"Kadang bawa sendiri aja kita masih sering salah kan, apalagi kalau disetirin robot gitu. Keadaan jalan juga kan ga menentu ya. Jadi masih ngeri aja kalau misal jalanan lagi padat atau ramai orang nyebrang, kalau sistemnya gabisa ngelacak itu kan bahaya," ungkap Gusti Rahmadani.

Selain itu, banyak pula dari mereka yang mengungkapkan bahwa hasrat untuk mengendarai mobil adalah alasan mereka membeli mobil. Jadi sekalipun mobil otonom sudah teruji aman, mereka menyatakan masih berkeinginan untuk mengendarai mobil sendiri.

Yang lainnya mengatakan, jika mobil melaju dengan otomatis seperti itu, dimana lagi seni menyetirnya? Ya faktor-faktor ini yang perlu diperhatikan pabrikan. Meski pada dasarnya mobil tanpa sopir dibuat untuk membuat jalanan lebih aman.

Jika segala sistem sudah dijamin keamanannya dan telah diuji di tempat mereka akan berkendara, keinginan mencoba mobil otonom tetap masih ada.

"Kalau memang udah diuji aman, ya enak juga sih. Kalau lagi capek, kan jadi bisa santai tinggal duduk aja dan langsung bisa sampe tujuan. Atau kalo lagi sibuk kan juga bisa tetep berkendara sambil ngerjain yang lain. Jadi ga ada salahnya untuk manfaatin teknologi itu" ungkap Safira Primardianti, salah satu mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.


(rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed