Rupanya memilih untuk menggunakan mesin yang lama bukan tanpa alasan. Seperti yang disampaikan Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya, Rabu (29/3/2017), di Jakarta.
"Iya memang masih menggunakan mesin lama," ujar Thomas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thomas melanjutkan perubahan pada New Scoopy ini juga berdasarkan hasil riset.
"Perubahan ini juga berdasarkan konsumen, kami melakukan riset ternyata desain dan fitur terbaru seperti alarm dan charger menjadi yang utama," katanya.
Model berpose dengan Scoopy Foto: Rengga Sancaya |
Dalam slide presentasi saat peluncuran New Scoopy, AHM mengatakan mesin New Scoopy terbilang cukup responsif dengan akselerasi 12,73 detik untuk mencapai 200 meter. Selain itu motor juga mampu mencapai kecepatan maksimum 91,3 km/jam (menggunakan alat uji performa).
Honda Scoopy Foto: Rengga Sancaya |
Mesin ini juga menyuguhkan konsumsi bahan bakar irit di kelasnya mencapai 59 km/liter melalui pengaktifan fitur ISS (metode ECE R40) dengan metode pengetesan EURO 3 (EURO 2 = 61,9 km/liter). (lth/ddn)












































Model berpose dengan Scoopy Foto: Rengga Sancaya
Honda Scoopy Foto: Rengga Sancaya
Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi