Tahun Ini Honda Targetkan Jual Sampai 4,5 Juta Motor

Tahun Ini Honda Targetkan Jual Sampai 4,5 Juta Motor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 04 Feb 2017 13:55 WIB
Tahun Ini Honda Targetkan Jual Sampai 4,5 Juta Motor
Foto: PT Astra Honda Motor
Jakarta - Astra Honda Motor (AHM) memprediksi penjualan sepeda motor tahun 2017 ini bakal stagnan. Pabrikan berlogo sayap mengepak ini menargetkan penjualan sepeda motor sebanyak 4,4 juta sampai 4,5 juta unit.

Excecutive Vice President Director AHM Johannes Loman memprediksi, kondisi ekonomi di Indonesia terlihat akan flat. Jadi, Loman memperkirakan penjualan sepeda motor kurang lebih akan sama dengan tahun 2016 lalu.

"Domestik tahun ini, flat lah dengan tahun lalu. Di angka 5,9 juta untuk total market (semua merek anggota Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia). Kalau AHM sama lah kayak tahun lalu. Karena total market ga berubah banyak. Tahun lalu 4,38 juta," kata Loman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapan kita ekonomi cepat tumbuh lagi sehingga kita semua berusaha bisa lebih bagus lagi," tambahnya.

Ditemui di kesempatan yang sama Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya juga memprediksi tahun 2017 akan stagnan. Mungkin untuk total market semua merek maksimal bisa mencapai 6 juta unit tahun 2017 ini.

"Mungkin tahun ini maksimum 6 juta melihat Januari ini juga banyak maslaah. Terus kurang lebih target kita (AHM) adalah 4,4 juta sampai 4,5 juta," ujar Margono.

Banyak hal yang dikhawatirkan di tahun ini. Menurut Margono, daya beli masyarakat belum bisa pulih sepenuhnya.

"Beberapa memang harga komoditas udah naik, tapi secara produksi belum mampu untuk meningkat, lalu cuaca ekstrem juga belum berhenti. Kemudian di Januari beberapa cost naik, sehingga harga motor terpaksa berubah. Inflasi juga cukup tinggi di Januari, dan beberapa harga bahan pokok juga cukup tinggi, jadi buying power menurut saya masih belum bisa pulih," katanya.

Stabilitas politik, menurut Margono pun bisa saja mempengaruhi penjualan sepeda motor. Namun, katanya, hingga kini kondisi politik belum mempengaruhi.

"Stabilitas polisik, kita juga sebagai pelaku bisnis mengharapkan situasi keamanan terjaga, kondusif sehingga kita bisa berusaha dengan tenang. Kalau terjadi sesuatu kan juga akan berpengaruh," ucapnya. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads