"Yang akan terjadi tambahan di sepeda motor, itu tidak ada karena pasarnya turun," ujar Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata, kepada wartawan, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Hal tersebut berbeda jauh bila dibandingkan dengan industri otomotif roda empat yang akan mengalami tambahan investasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gunadi, investasi tersebut dilakukan adalah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negri (TKDN).
"Nah ini untuk menambah supaya TKDN itu lebih tinggi. Jadi kami sudah mulai melakukan proeses itu mulai dari bahan baku, termasuk proses tempa, proses machining, dan perakitan," ucapnya.
Dan menurut data AISI, Untuk industri otomotif roda dua sendiri TKDN yang dimiliki mencapai presentasi 85%, sedangkan untuk kendaraan roda empat memiliki TKDN 72%.
"72% itu yang untuk ekspor karena baik sasisnya, powertrainnya, rangkaian penggeraknya, maupun bodinya itu sudah lokal semua, hanya bahan baku yang belum," tutup Gunadi.
(khi/dry)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini