Hal tersebut dikatakan General Manager Nusantara Harley-Davidson of Jakarta, I Dewa Made Wirya Atmaja, hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan dengan mereka mengumpulkan merchandise-nya saja, berarti mereka sudah punya mimpi mempunyai kendaraannya.
"Jadi saya dapat data global Harley-Davidson yang di sharing gitu, 47 persen tuh orang tadinya beli ini (merchandise) dulu, karena dia ada mimpi untuk beli motornya gitu. Ada juga memang yang langsung beli motornya, tapi secara habit secara kebiasaan orang dari merchadise dulu," tuturnya kepada wartawan, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Test ride itu 11 persen orang nyoba motor, beli. Makanya kita lagi datangin test ride, jadi ada motor nanti, orang nyoba itu pasti udah tau rasanya dan kepengen gitu," ucapnya.
Selain itu untuk masalah test ride, Nusantara Harley-Davidson of Jakarta berniat untuk menghadirkan sistem test ride tersebut, yang disebut Jump Start.
"Jadi kita naik motor, cuma motornya diam di tempat diikat gitu, jadi kesannya kita masukin gigi 4, 5, 6 itu oke. Jadi kesannya kaya naik motor," ucap Dewa.
Jump Start tersebut dikatakan Dewa dihadirkan untuk konsumen yang belum berani test ride di jalanan.
"Nah setelah itu baru test ride keluar. Makanya di global juga ada namanya test ride and win, jadi dia boleh nyoba nanti diundi seluruh dunia gitu, cuma karena kebetulan kita belum ada karena Harley sempat close, di Indonesia belum berlaku, mungkin tahun depan," tambah Dewa. (khi/dry)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?