"Kita lagi tes produksi itu di tingkat break event point itu di angka berapa dan ternyata di angka 20.000, kalau itu produksinya bisa sampai 100 ribu perusahaan sudah untung, di angka 20 ribu itu sudah berada di tingkat break event point tidak laba tidak rugi," ujarnya di Jakarta.
Dia pun mengacu pada angka pemesanan motor listrik Gesits yang sudah mencapai 20.000 unit. "Karena dia sudah di atas 20.000 artinya apa, potensinya besar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
""Motor listrik ini, kita tinggal tahap uji, harga sudah kompetitif, produk sudah siap, tinggal masalah-masalah pengujian ini belum selesai, kalau sudah selesai 2017 jalan," tambah Nasir.
Untuk mencapai hal itu, Kementerian yang dipimpin Nasir sudah siap mengucurkan Rp 5 miliar.
"Mengapa ini dilakukan?, karena produk ini tidak mungkin tanpa ada pendampingan, tanpa ada pembiayaan masalah inovasi. Karena ini nanti diuji coba terus sekarang menjadi barangnya, sekarang selesai," tutur Nasir.
"Gesits ini kan pengujiannya banyak, ada uji kehandalan, uji tabrak, uji bencana jadi kalau hujan dia tahan enggak tuh karena ada baterai kalau kemasukan air kan dia mati itu kita uji tuh. Pengujian dilakukan enam bulan mudah-mudahan cepat selesai," katanya.
Lanjut Nasir memperkuat alasan gelontorkan dana Rp 5 Miliar tersebut, merupakan bagian dari tugas Kemenristekdikti.
"Tugas kemenristekdikti, adalah segala inovasi harus kita hilirkan kepada industri, pada masyarakat, termasuk dunia," tambah Nasir. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?