Namun pilihan mereka terhadap sepeda motor dikatakan terpaksa karena tidak ada pilihan lain yang lebih baik.
"Mereka itu butuh sepeda motor karena terpaksa, pada dasarnya mereka kalau ada publik transportasi murah mereka akan menggunakan, buruh umpamanya mereka mau naik transportasi umum mahal, udah nggak tepat waktu, telat gajinya dikurangi itu yang terjadi di Jawa Tengah sekitar Semarang kita lakukan kajian," jelas Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranoto Semarang, Djoko Setijowarno, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Struktur tarif yang ada di Paris baik itu bus umum atau kota hanya membayar 20 persen, 40 persen di subsidi pemerintah, 40% swasta, bahkan ada di erancis kota apa tuh full subsidinya swasta semua, karena apa nggak ada uang transport untuk karyawan di kita kan ada uang transport, uang rapat ada transport," tutur Djoko.
Namun kata Djoko tak sepenuhnya motor berdampak buruk seperti menimbulkan kemacetan, di daerah-daerah terpencil motor sangat memberikan dampak positif.
"Di desa-desa luar Jawa dulu jualan bakso atau apa naik sepeda sekarang naik motor lebih tinggi jualannya jadi bagus memang dibutuhkan di Sulawesi pegunungan pedesaan juga butuh kok," jelas Djoko. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!