Ini Cara Kemenhub Mengatasi Pengendara Motor yang Bandel

Ini Cara Kemenhub Mengatasi Pengendara Motor yang Bandel

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Jumat, 21 Okt 2016 12:35 WIB
Ini Cara Kemenhub Mengatasi Pengendara Motor yang Bandel
Petugas Dishub menindak pengendara motor yang melawan arus. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tak bisa dipungkiri pengendara roda dua merupakan yang paling rentang mengalami kecelakaan di jalan. Tanpa bermaksud mendiskreditkan, pengendara motor banyak yang sering melanggar aturan lalu lintas.

Oleh karena itu harus ada cara untuk mengatasinya. Kasubdit Angkutan Orang Direktorat Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, larangan motor melewati jalan-jalan tertentu adalah salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut.

"Yang paling mungkin adalah melakukan management rekayasa lalu lintas. Contoh motor di larang lewat di Thamrin, Merdeka Selatan. Bisa kan? Bisa, udah berjalan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yani juga mengatakan sudah ada pembicaraan mengenai hal tersebut bebebrapa tahun lalu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Diminta mau diapain si nih motor, contoh lah ya motor, mau diapain si nih motor, harga murah, ini banyak, mengganggu lalu lintas, kasarnya begiitu lah yah, apakah mau dilarang produksinya. mungkin enggak? Enggak mungkin, apakah dilarang pemasarannya di Indonesia? Enggak mungkin juga.
Yang paling mungkin adalah melakukan itu (rekayasa lalu lintas)," ungkap Yani

Lanjut Yani mengatakan, berarti seharusnya tidak serumit dengan apa yang dibayangkan. Kebijakan ini memang tidak populis dan rawan mendapat penolakan dari masyarakat.

"Kalau dia memang enggak populis ya, akan kebijakan pembatasan operasi bajaj, operasi operasional motor. Itu ga populis, kenapa? Karena membatasi orang. Dan pemerintah daerah banyak yang tidak berani melakukan itu," kata Yani.

Karena menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk mengatur motor di jalanan. "Tidak bisa terpisahkan dari management traffic yang ada di perkotaan. Sedikit orang yang berani melakukan itu," tambah Yani kepada wartawan di Jakarta.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads