Meski demikian TVS menilai, kenaikan harga yang dilakukan Yamaha dan Honda tidak lepas dari strategi perusahaan masing-masing. Dan kenaikan ini tidak berlaku untuk pabrikan asal India di Indonesia ini.
"Kalau kita (TVS-Red) ikut menaikkan harga karena kompetitor naik, itu bukan hal yang bijak. Kita tidak bisa begitu aja langsung ikut menaikkan harga, tidak bisa begitu. Itu bukan strategi yang benar," ujar Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, Venkataraman, di KPPU Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarkan mereka menaikkan harga jual mereka. Kami punya cara sendiri untuk menaikkan harga," ucap Venkataraman.
Tidak sampai di situ, TVS pun melihat memang segmen skutik 110 cc merupakan segmen yang ketat untuk setiap pabrikan roda dua di Indonesia.
"Untuk merebut market share juga susah. Karena memang sangat susah memang untuk berkompetisi di segmen skuter," tutur Venkataraman.
Dan untuk itu, dirinya mengatakan TVS saat ini akan lebih memfokuskan pengembangan sepeda motor di segmen premium. "Kita lebih fokus sektor premium," tambah Venkataraman. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka