Tak Ikut Kompetitor Naikkan Harga, Ini Alasan Suzuki

Dugaan Kartel Skutik Honda-Yamaha

Tak Ikut Kompetitor Naikkan Harga, Ini Alasan Suzuki

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 06 Okt 2016 12:39 WIB
Tak Ikut Kompetitor Naikkan Harga, Ini Alasan Suzuki
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus dugaan kartel antara dua pabrikan motor asal Jepang PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) diberondong pertanyaan seputar harga jual.

Misalnya pada 2013 dan 2014 saat Honda dan Yamaha menaikkan harga jual sebanyak 2 kali, SIS justru memilih tidak ikutan. Alasannya, SIS ingin merebut porsi di pasar yang ada pada saat itu.

"Tujuan perusahaan cari profit, dapatnya dari mana, dari penjualan. Kalau dari sisi marketing dapatkan pasarnya dulu. Kalau pasarnya kecil akan pengaruh ke harga jual. Kita bukan selalu di bawah mereka, enggak ikut naik, mau ambil pasar, bicara Indonesia market ketiga terbesar," Department Head Marketing and Sales 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya, di Gedung KPPU, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yohan pun mengatakan, keputusannya tidak didasarkan pada harga jual pemimpin pasar pada saat itu. Menurtunya ada beberapa faktor yang menyebabkan harga jual motor naik seperti misalnya ongkos produksi, biaya material, dan upah buruh.

"Kita terima dulu dari finance dan production baru lihat kompetitor. Kalau di atas kita, kita okelah naikkan Rp 5.000. Kalau sudah jauh di atas mereka, dengan market volume kecil kita naikkan nggak, nanti akan semakin lost. Kalau market leader naik kita ikut naik apa kita nanti nggak turun. Ada hal-hal lain naik atau nggak prinsipinya kita lihat market kita," tutur Yohan. (dry/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads