Misalnya pada 2013 dan 2014 saat Honda dan Yamaha menaikkan harga jual sebanyak 2 kali, SIS justru memilih tidak ikutan. Alasannya, SIS ingin merebut porsi di pasar yang ada pada saat itu.
"Tujuan perusahaan cari profit, dapatnya dari mana, dari penjualan. Kalau dari sisi marketing dapatkan pasarnya dulu. Kalau pasarnya kecil akan pengaruh ke harga jual. Kita bukan selalu di bawah mereka, enggak ikut naik, mau ambil pasar, bicara Indonesia market ketiga terbesar," Department Head Marketing and Sales 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya, di Gedung KPPU, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita terima dulu dari finance dan production baru lihat kompetitor. Kalau di atas kita, kita okelah naikkan Rp 5.000. Kalau sudah jauh di atas mereka, dengan market volume kecil kita naikkan nggak, nanti akan semakin lost. Kalau market leader naik kita ikut naik apa kita nanti nggak turun. Ada hal-hal lain naik atau nggak prinsipinya kita lihat market kita," tutur Yohan. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok