Dari ketiga nama yang disebut tadi, baru Terra Motors yang sudah menjual resmi kendaraan listriknya. Harganya memang masih lumayan mahal. Paling murah model sepeda listrik (e-bike) yang dijual seharga Rp 19 juta.
Berikut detikOto sarikan keunggulan masing-masing merek kendaraan listrik:
1. Terra Motors
|
Foto: M Luthfi Andika
|
Harga yang dipasarkan untuk A4000i yakni Rp 79 juta, A2000 dijual Rp 39 juta. Sedangkan e-bike S750 dipasarkan Rp 19 juta.
A4000i memiliki kecepatan maksimum 60 km per jam dengan jarak jelajah sekitar 60 km. Sementara A2000 kecepatannya lebih rendah dari A4000i yakni 50 km per jam dan jarak jelajah 40 km.
Khusus untuk Terra Motors A4000i, motor listrik ini mempunyai berat total 118 kg, untuk kapasitas 2 orang. Terra Motors A4000i juga memiliki kemampuan mendaki dengan kemiringan 10 derajat. Sementara daya keluaran 3.000 watt.
Sedangkan untuk baterai, pengisian dari 0-100% membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam. Motor ini menggunakan baterai lithium 48V40Ah, dengan berat 16kg.
Baterai dapat dilepas dengan usia kurang lebih sekitar 50.000 km. Ketika baterai sudah habis masanya, pembelian baterai baru dikenakan biaya Rp 25 juta.
Motor ini menggunakan ban depan berukuran 120/70 dengan pelek 12 inci dan ban bagian belakang 130/60 dengan pelek 13 inci. Jarak sumbu 1,280 mm, jarak bebas atau ground clerance 110mm dam ketinggian sadel mencapai 750mm.
Sementara A2000 mempunyai panjang 1.793 mm, lebar 750mm, tinggi 1.275mm dan berat total 125 kg. Dengan kapasitas 2 orang, motor ini mampu menjelajah jarak tempuh hingga 40km.
Motor listrik ini bisa menempuh kecepatan maksimum hingga 50km/jam. Motor ini juga mampu menanjak dengan kemiringan 10 derajat. Untuk mengisi baterai, pengecasan butuh waktu sekitar 6 sampai 8 jam.
Untuk baterai menggunakan lead acid, 48V20Ah. Usia batrei sekitar 12.000 km, dengan garansi 6 bulan. Dan pembelian baterai cadangan mencapai Rp 5 juta.
Untuk rem A2000 ini menggunakan rem cakram untuk bagian depan dan rem drum (tromol) untuk bagian belakang. Motor menggunaka ban ukuran 120/70 yang membalut pelek berukuran 12 inci bagian depan dan bagian belakang ban 130/60 dengan pelek 13 inci.
2. Honda EV Neo
|
Foto: Grandyos Zafna
|
Namun rupanya Honda lebih memilih memperkenalkan dulu EV Neo untuk masyarakat Indonesia. Awal September lalu, bersama pemerintah, Honda mulai menguji perilaku berkendara motor listrik dengan EV Neo.
Honda EV Neo merupakan perpaduan antara eksotisme masa lalu dengan teknologi masa depan.
Ya, hal itu terjadi karena motor bermodel skutik ini merupakan perpaduan antara panampilannya jadul yang khas dengan motor tahun 70an dengan teknologi listrik yang yang diaplikasi Honda sebagai sumber tenaganya.
Lihat saja bentuk lampu motor ini yang masih mengaplikasi lampu utama dan lampu sein yang berbentuk bulat bisa berpadu dengan bodi yang minimalis namun masih pula mampu tampil sporty dengan hiasan pelek palang di kaki motor ini.
Sementara itu modernitas terpancar dengan aplikasi sumber energi listrik yang didapat dari baterai lithium ion yang mereka sematkan di motor imut ini.
Kekuatan baterai serta tenaga yang dihasilkan oleh skutik ini pun kabarnya merupakan teknologi terkini dari sebuah motor listrik.
Karena itulah, dengan aplikasi teknologi listrik tersebut Honda mengklaim bahwa motor konsepnya ini akan menjadi sebuah skutik bertenaga listrik namun dengan performa diatas rata-rata sebuah tenaga semua skutik listrik yang ada sekarang.
Di Jepang, Honda EV Neo merupakan skuter listrik yang dikembangkan untuk kalangan bisnis seperti jasa transportasi atau jasa pengiriman barang. EV Neo menawarkan sensasi berkendara tanpa emisi namun tanpa mengurangi power.
Motor listrik EV-neo setara dengan mesin motor berkapasitas 50 cc, namun meski kecil, motor ini diyakini Honda bisa mengangkat beban berat dan menaiki tanjakan dengan mudah. Sistem remnya juga sudah menggunakan Combined Brake System (CBS) khas Honda.
Motor yang mengadopsi teknologi baterai lithium-ion mobil Insight ini bisa diisi penuh dalam 30 menit, untuk pengisian biasa membutuhkan waktu 3,5 jam. Sekali isi penuh, motor bisa menjangkau 34 km dengan kecepatan motor konstan 30 km per jam.
Ada dua tipe EV Neo yakni EV Neo standar dan EV Neo Pro. Bedanya, EV Neo Pro menambahkan carrier yang lebih besar di bagian belakangnya, sehingga cocok untuk mengangkat barang seperti koran atau barang lainnya.
Total beban yang bisa diangkat 30 kg yakni dengan perincian 5 kg di bawah jok, 5 kg di depan, dan 20 kg di cargo bagian belakang. Selain di bagian belakang, keranjang untuk meyimpan barang juga dapat dilihat di bagian depan EV neo Pro.
Di Jepang, motor listrik ini mulai dijual seharga 454.650 yen-574.350 yen untuk EV neo standar, dan 459.900 yen-579.600 yen atau sekitar Rp 58 juta sampai Rp 74 juta. EV neo dengan baterai yang bisa diisi cepat harganya lebih mahal bedanya bisa Rp 10 juta.
3. Gesits
|
Foto: Screenshot Video
|
Sementara dari kandang, Indonesia punya motor Gesits. Motor ini statusnya masih dikembangkan terus oleh Garansindo dan ITS Surabaya.
Motor diklaim memiliki tenaga yang setara dengan mesin 125 cc. Setidaknya mereka sudah membuktikan hal itu dalam dyno test baru-baru ini.
Gesits diperkuat dengan motor listrik berdaya 5KW. Dengan menggunakan baterai lithium ion, dapat menempuh jarak sejauh 80 - 100 km untuk satu kali pengisian baterai. Kebutuhan waktu pengisian baterai sekitar 1,5 - 3 jam. Dengan kecepatan maksimum dapat mencapai 100km/jam.
Gesits akan menggunakan pengalaman produsen motor listrik lainnya yang sudah bekerja sama dengan Garansindo seperti Zero (produsen motor listrik sport asal Amerika) dan Italjet (produsen motor asal Italia).
Garansindo menargetkan akan memproduksi massal Gesits pada tahun 2017 dan dapat segera siap dijual ke konsumen pada tahun 2018.
![]() |













































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya