Dikatakan Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya, skuter 110 cc yang dipertahankan merupakan hasil pertimbangan dari segi kebutuhan konsumen.
"Jadi bukan hanya masalah kompetitor, kita itu selalu melihat kebutuhan konsumen, kita membuat produk untuk konsumen. Contoh, kenapa BeAT 110 cc? Satu, secara power sebenarnya oke gitu, kebutuhan atas power, akselerasi, speed itu oke. Kedua, 110 cc itu irit bensin, customer bisa mendapatkan engine yang affordable tapi sesuai kebutuhan dia," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada customer yang mau lebih cepat lagi, boros sedikit enggak apa-apa, kita ada Vario yang 125, mau yang lebih lagi kita ada Vario 150, jadi sebenarnya di seluruh tingkatan itu kita ada," ujar Margono.
Tetapi untuk ke depannya akan terus dipertahankan atau tidaknya skuter 110 cc ini, Margono belum bisa memastikannya.
"Belum tahu itu ke depannya, tergantung tren konsumen. Karena BeAT itu kita jual setahun 2 juta, kebanyakan orang untuk operasional kan, untuk kerja dan lainnya, jadi kita harus bisa memenuhi kebutuhannya itu juga," katanya.
Selain itu Margono menjelaskan bahwa ada konsumen yang memiliki kebutuhan pada skuter 110 cc.
"Kalau kita enggak ada produknya kan kita enggak bisa memenuhi. Kayak orang di komplek saya, ibu-ibu, enggak perlu cepat. Jadi ada banyak kebutuhan, jadi kita selalu balik ke situ. Atas dasar pertimbangan itu semua, kita masih bertahan di 110 cc," tambah Margono. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!