Skuter listrik ini rencananya baru diproduksi massal pada tahun depan. Namun, seperti terekam pada video yang diperoleh detikOto, Minggu (7/8/2016), Gesits sudah jalan-jalan di car free day Solo.
Dalam video tersebut terlihat seorang wanita mengendarai Gesits di salah satu jalan di Solo. Wanita itu membawa skuter ini berputar-putar area car free day Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skuter listrik ini dijanjikan dijual dengan harga di bawah Rp 20 juta. Dengan harga itu, Gesits bisa bersaing dengan motor konvensional lainnya.
Beberapa waktu lalu, CEO Garansindo, Muhammad Al Abdullah atau yang akrab disapa Memet menyebut, Gesits ditargetkan bakal memakai 100 persen komponen dalam negeri. Saat ini, prototipe Gesits masih menggunakan sel baterai lithium yang diimpor dari Panasonic. Garansindo juga bakal menggandeng universitas selain ITS untuk mengembangkan sel baterai agar tak mengimpor lagi.
"Saat ini komponen lokalnya 90 persen. Sel (baterai lithium) kita masih impor dari Panasonic, kalau box modulnya buatan kita dari awal. Yang kita belum mampu kan buat selnya selama ini. Yang punya sel itu Panasonic dan Samsung yang punya pabrik baterai terbesar. Kalau memang nanti (kerja sama dengan salah satu universitas yang mengembangkan sel baterai) berhasil, maka boleh dibilang Gesits akan menjadi 100 persen buatan lokal Indonesia, semua komponennya. Karena saat ini sel baterainya kita masih impor," kata Memet. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM