Sales and Network Development Director PT. Piaggio Indonesia Igor Panjaitan memang mengakui bahwa sudah banyak merek besar di Indonesia. Namun, Piaggio tetap optimis berbisnis di Indonesia.
"Melihat brand besar sudah lama ada di Indonesia, Harley-Davidson, Ducati, maupun Triumph. Harley-Davidson (Mabua sebagai APM-nya) tutup kita tahu, lalu Ducati ada perpindahan ke Garasindo,. Ada juga brand selain dari Eropa. Yang kami lihat ini justru jadi kesempatan, dan kita tetap optimis," ujar Igor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk strateginya, sendiri Igor menjelaskan, diantaranya ada dari cara penjualannya. Menurut Igor, strategi untuk persaingan penjualan moge hidupnya ada pada para komunitas.
"Kami hampir setiap minggu selalu riding dengan komunitas, gabung dengan komunitas, memperkenalkan. Jadi dari mulut ke mulut, dan lain sebagainya. Kemudian si komunitas sendiri harus mencoba, biar mereka tahu rasanya riding comfort dari kami dibandingkan dengan brand lain," tutur Igor.
Layanan purnajual juga merupakan hal yang harus diperhatikan untuk bersaing dalam strategi penjualan. Moge denga teknologi canggih memerlukan mekanik yang andal dalam menanganinya.
"Nah kami terus mempertahankan aftersales kami dengan memberikan training yang lebih dari tim kami. Supaya complain customer bisa di-reduce bahkan kalau bisa sampai rendah sekali," tambah Igor. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini