Lalu Bagaimana tanggapan bos Astra Honda Motor (AHM) yang kini sebagai terlapor?
"Ya, kami terkadang main golf bersama, itu benar," ujar Presiden Direktur PT Astra Honda Motor, Toshiyuki Inuma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak berbicara soal bisnis. Karena kami sama-sama mengerti untuk tidak bicara soal itu (bisnis atau memiliki kode etik dalam berbisnis-Red). Kami hanya untuk bertemu saja, membicarakan soal rumor kerja sama (kebijakan-Red) Jepang dengan Indonesia," tambahnya.
Honda pun tidak menyangka, mengapa KPPU memiliki pikiran bahwa Honda dan Yamaha bekerja sama untuk mengatur harga jual. Sebab, kata Inuma, kompetisi di industri sepeda motor sangat kuat.
"Kalaupun kami saat ini menjadi penguasa pasar, karena kami menawarkan teknologi tinggi seperti memberikan teknologi MotoGP. Jadi kami tetap berkompetisi, dan ini (tuduhan KPPU-Red) tidak benar," katanya.
"Jika kami bekerja sama, bagaimana bisa kalau market share kami terus naik, sedangkan Yamaha menurun? Ini sangat tidak mungkin," tambahnya.
Pada sidang pertama pekan lalu, KPPU menyampaikan memiliki 2 alat bukti. KPPU mendapatkan bukti surat elektronik (email) internal Yamaha yang dikirimkan oleh Mr Terada (Direktur Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing), dengan subyek email 'Retail Pricing Issue'.
Email ini dikirim kepada Dyonisius Beti (Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing), Sutarya (Direktur Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, dan di-cc ke Mr Iidashi. Dengan mengatakan, "President Kojima san has requested us to follow Honda price Increase many times since January 2014 because of his promise with Mr Inuma President of AHM at Golf Course."
Kasus dugaan pengaturan harga jual motor skuter berkapasitas 110-125 cc, yang dilakukan oleh Honda dan Yamaha masih terus bergulir. Persidangan pun akan dimulai kembali pada hari ini di KKPU Jakarta. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk