Menjawab hal tersebut, Astra Honda Motor (AHM) selaku agen resmi Honda di Indonesia memastikan bahwa Honda tidak terlibat.
"Tidak pernah ada di kita (melakukan kartel atau kecurangan-Red). Bagaimana di lapangannya apakah ada diskon besar, atau harga pokok mahal itu karena cost produksinya memang naik," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Margono Tanuwijaya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun apakah Honda motor tidak takut, isu kartel ini bisa membuat buruk penjualan Honda? "Dampak penjualan tidak ada, kalau penjualan turun itu memang karena pasarnya turun. Selain itu konsumen kini sudah pintar, mereka bisa memilih produk terbaik," ujarnya.
Bagaimana kalau diketuk palu Honda dianggap bersalah? "Kita tidak bisa berandai-andai, jadi saya tidak tahu. Sekarang permasalahannya bukan dendanya, tapi pembuktiannya dahulu. Kami tidak pernah menantang, tapi kan ada prosesnya jadi kita ikuti saja. Ya, kita merasa tidak ada kartel," tambahnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka