"Rp 15 juta saja," ujar CEO Garansindo Muhammad Al Abdullah kepada detikOto.
Menristek Dikti Muhammad Nasir sebelumnya mengharapkan motor listrik buatan ITS harus bisa dijual ke masyarakat di tahun 2017.Β "Target 2017 harus komersialisasi. Motor listrik yang dari luar negeri itu harganya sampai Rp 250 juta. Tadi Garansindo bilang harga motor listrik ITS ini bisa di bawah Rp 20 juta," lanjut Nasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menristek Dikti M Nasir menjajal motor Gesits (Imam Wahyudiyanto) |
Dengan harga itu, Gesits bisa saja bersaing dengan motor serupa yang berbahan bakar konvensional. Dan itu menurut Nasir sangat menguntungkan karena Gesits menggunakan teknologi yang berbeda.
Kata untung yang ditekankan Nasir mengacu pada teori ekonomi yang menyatakan bahwa siapa yang pertama kali memulai maka akan memperoleh margin keuntungan tertinggi.
"Untungnya besar karena tak ada kompetitor. Nanti kalau satu pesaing masuk, untung jadi kecil. Kalau pesaing-pesaing lain masuk lagi, itu namanya sudah berkompetisi," terang Nasir.
![]() |
Semua komponen yang digunakan untuk memproduksi Gesits merupakan komponen lokal. Satu-satunya komponen yang impor adalah baterei. Nasir mengungkapkan bahwa ada satu perguruan tinggi yang sudah mampu membuat baterai. ITS diharapkan bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi itu agar masalah baterai teratasi dan tidak perlu mengimpor lagi.
Gesits sendiri masih memerlukan uji coba agar bisa dilepas ke pasaran. Serangkaian uji coba dan proses produksi akan menjadi tantangan buat ITS dan Garansindo agar motor listrik pertama di Indonesia ini bisa dilepas ke pasaran. Karena itu Garansindo akan segera mempersiapkan basis manufaktur.
![]() |
"Untuk dilepas ke pasar, perlu sertifikasi dan standar nasional. Tapi untuk masalah itu sepertinya tidak masalah karena BPPT merupakan bagian dari Kemenristek Dikti dan kami sudah bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional," tandas Nasir. (iwd/ddn)












































Menristek Dikti M Nasir menjajal motor Gesits (Imam Wahyudiyanto)

Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda