Motor ini rencananya akan diproduksi secara massal. Penyerahan motor listrik dari ITS ke industri yang akan memproduksinya direncanakan akan disaksikan oleh Menrsitekdikti Mohammad Nasir pada Selasa (3/5/2016) besok.
"Dalam kunjungan Menristekdikti ke ITS besok, ada beberapa agenda acara terkait dengan program hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan oleh ITS. Satu di antaranya adalah menyaksikan penyerahan produk motor listrik karya ITS kepada pihak industri untuk diproduksi secara massal," ujar Rektor ITS Joni Hermana kepada wartawan, Senin (2/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedikitnya besok akan ada empat institusi yang akan menandatangani MoU dengan ITS terkait dengan pengembangan mobil dan motor listrik dalam rangka komersialisasi, mereka bergerak mulai dari penyiapan suku cadang, pengembangan pengisian baterai, hingga produksi kendaraan," ungkap dosen jurusan Teknik Meisn ITS ini
Bercerita tentang Gesits, Nur Yuniarto menambahkan, motor listrik yang dikembangkannya disiapkan untuk bersaing dengan motor matik yang mengonsumsi bahan bakar minyak, sehingga kecepatannya pun bisa mencapai 100 km per jam.
Ditanya perbedaan paling mendasar dari motor matik yang ada saat ini, Nur mengatakan bahwa GESITS tidak memiliki knalpot dan tidak harus melalui uji emisi karena penggeraknya menggunakan listrik.
"Meski kami segera menyerahkannya ke industri, riset yang dilakukan ITS terus berlanjut terutama untuk unjuk kemampuan atau uji performa," pungkas Nur.
(iwd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Motor Listrik MBG Jadi Perhatian KPK
Muncul Dugaan Harga Asli Motor MBG Rp 8 Jutaan, Benarkah?