Motor listrik tersebut kini telah rampung dipasang bodi. Untuk pengembangan teknologi pada motor, dikatakan oleh dosen ITS, M. Nur terinspirasi dari dua motor yang dipasarkan oleh Garansindo yaitu Italjet dan Zero. Kedua motor listrik tersebut turut masuk dalam daftar pustaka riset tim motor listrik ITS.
"Inspirasi dari Zero ada pada sistem penggerak menggunakan belt, bukan rantai. Dan banyak teknologi lain yang kita jadikan daftar pustaka riset atau referensi. Jadi Italjet, Zero, dan banyak teknologi (motor listrik lain) yang kita jadikan daftar pustaka atau referensi," kata M. Nur kepada detikOto, Selasa (5/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor listrik sport Zero (Foto Grandyos Zafna). |
Diharapkan motor yang pernah mejeng dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 itu bakal rampung uji coba pada akhir tahun ini.
"Sebelum laik uji jalan, kita ada serangkaian uji coba. Kita akan perbaiki tiap kekurangan yang ada di uji coba tersebut. Untuk power controller sendiri saat ini masih 25 persen. Ini harus kita uji 50 persen sampai 100 persen baru bisa uji jalan. Kita harapkan complete tahun ini dan akhir tahun siap direvisi untuk sistemnya. Selepas itu baru bisa dikomersialisasi," ungkapnya.
Sepeda listrik Italjet (Foto Grandyos Zafna). |
(nkn/ddn)












































Motor listrik sport Zero (Foto Grandyos Zafna).
Sepeda listrik Italjet (Foto Grandyos Zafna).

Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua
Cara Malaysia Kurangi Mobil Tua: Kasih 'Duit' buat Ganti Mobil Baru