Selasa, 23 Feb 2016 19:00 WIB

Jurus Aspira Atasi Maraknya Suku Cadang Palsu

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: M Luthfi Andika Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Di pasaran, banyak sekali bertebaran suku cadang yang palsu. Selain kualitas yang diragukan, menggunakan suku cadang palsu bisa saja menyebabkan kecelakaan.

Sales and Marketing Division Head PT Astra Otoparts Tbk, Rio Sanggau, di Kemang Jakarta, Selasa (23/2/2016) mengatakan jika kasus ini menghampiri Astra Otoparts maka tim legal mereka pun akan bergerak.

"Spare part palsu banyak beredar, kalau untuk produk kami yang dipalsukan, kami punya legal sendiri. Kami akan melihat produk mana saja yang akan dipalsukan, dan kami akan melihat dari sisi hukumnya, berdasarkan kasusnya," tambahnya.

Lalu bagaimana untuk mengetahui spare part tersebut dipalsukan atau tidak? "Ciri-cirinya kami akan mengetahuinya, setelah dapat masukan dari kantor cabang kami. Mereka akan memberikan informasinya secara lengkap. Dan kami harus bergerak cepat melihatnya, dan menilai sudah sampai sejauh mana. Sejauh ini kami bisa tangani," tambahnya.

Ekspor Ban

Sementara itu, terkait produksi ban, Aspira saat ini masih terkonsentrasi untuk bisa memenuhi kebutuhan ban domestik. Meski demikian, saat ini sudah banyak negara tetangga yang menginginkan ban hasil produksi Aspira Otoparts dan Pirelli.

"Bentuk kerjasama kami dengan Pirelli, kami membangun perusahaan patungan, tentu dari kami juga akan mendapatkan semuanya baik segi teknologi dan produksi. kami memberikan kualitas, dengan teknologi tinggi dan standar superior," kata Director PT Astra Otoparts, Yusak Kristian.

"Target market kami sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Kami ingin mengedukasi penggunaan ban dengan kondisi yang tepat, sehingga pengguna ban di Indonesia bisa naik kelas. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk kami melakukan ekspor, memang masih di Asia Tenggara, Seperti malaysia," ujarnya.

Dirinya melanjutkan, pengiriman (ekspor) ban pertama sudah dilakukan.

"Banyak permintaan dari negara Asia, Timur Tengah yang sudah mengajukan permintaan. Tapi untuk ekspor kami belum punya target berapa banyaknya. Kemarin pengiriman pertama ke Malaysia itu baru 2.000 piece (ban)," tambahnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed