Direktur Harley-Davidson Owner Group (HOG) Chapter Jakarta, Sahat Manalu mengatakan keputusan Mabua untuk melepas Harley semata-mata karena sudah menjadi keputusan bisnis Mabua.
"Kita sangat menyesalkan sebenarnya, sudah 18 tahun bersama-sama. Namun ini kan memang keputusan bisnis. Dari Mabua kan perhitungannya untung dan rugi, kalau dari komunitas perhitungannya untung terus. Kenapa untung terus? Karena anggotanya bertambah terus," ujar Sahat kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedih dan kita prihatin namun HOG harus tetap bangkit. Mabua tutup itu bukan berarti selamanya, dalam beberapa bulan ini akan ada pengganti Mabua dan kita akan bareng sama mereka. Jadi kita fine-fine saja," sambungnya.
Pihak Mabua sendiri telah mengumumkan akan tetap melayani penjualan, servis, dan penyediaan suku cadang hingga 30 Juni 2016. Selanjutnya, untuk penjualan dan pemegang merek Harley di Indonesia akan dilakukan oleh agen baru yang ditunjuk oleh Harley-Davidson Asia Pasifik. Saat ini sudah beberapa perusahaan yang sudah menawarkan diri untuk menjadi diler Harley. (nkn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini