Jual Harley, Mabua Rugi Terus Sejak 2013

Jual Harley, Mabua Rugi Terus Sejak 2013

Niken Purnamasari - detikOto
Kamis, 11 Feb 2016 11:29 WIB
Jual Harley, Mabua Rugi Terus Sejak 2013
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kenaikan pajak barang mewah dan mahalnya dolar harus ditanggung Mabua saat menjual Harley-Davidson. Mereka mengaku rugi sejak 2013.

Karena itulah mereka memutuskan berhenti menjadi agen penjual Harley-Davidson di Indonesia. Mabua tidak memperpanjang keagenan Harley terhitung sejak 31 Desember 2015.

Tingginya pajak importasi motor besar yang mencapai 300 persen serta tarif bea masuk dan pajak yang semakin tinggi, membuat perusahaan yang berdiri sejak 13 Juni 1997 itu tidak mampu untuk menanggung kerugian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alasan Mabua berhenti semata-semata karena alasan bisnis, maka keputusan ini kita ambil. Kami menanggung kerugian terus menerus sejak 2013. Pada tahun 2013 ada penurunan nilai rupiah sebesar 40 persen berturut-turut. Kami membayar ke prinsipal kan dalam dolar Amerika, harus ada penyesuaian. Kemudian ada penyesuaian soal pajak," ujar Presdir PT Mabua Motor Indonesia Djonnie Rahmat.

Baca juga: 50 Mobil Termahal di Indonesia

Faktor tersebut memengaruhi lesunya pasar dan turunnya minat beli masyarakat terhadap moge pabrikan Amerika Serikat itu. Djonnie mengatakan bahwa keadaan yang dialami Mabua Motor juga bakal dirasakan oleh perusahaan lain yang serupa, yakni dalam penjualan kendaraan mewah.

"Satu yang sudah pasti, keadaan yang kita alami saat ini juga akan dialami oleh siapa pun. Mereka harus bisa kuat-kuat saja karena Mabua kurang baik apanya coba. Kita sudah melakukan banyak hal tapi enggak mampu juga," terang Djonnie.


(nkn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads