"Saya katakan 90 persen disebabkan oleh eksternal. Saya tahu, manajemen profesional," tutur Chief Executive Officer MRA Group,induk Mabua, Soetikno Soedarjo di Jakarta, Rabu (10/2/2016).
Menurutnya, sepanjang 2014 penjualan masih sebanyak 1.000-an unit. Namun, setelah pemerintah menerbitkan beleid baru yang mengerek besaran tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) hingga 125 persen, penjualan pun anjlok. Kondisi itu semakin berat karena berbagai tarif perpajakan juga memberatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga motor yang tadinya berharga Rp 800 juta menjadi Rp 1,2 miliar. Yang tadinya Rp 500 juta menjadi Rp 700 juta," paparnya.
Melonjaknya harga ini membuat calon pembeli berpaling. Terlebih, kata Soetikno, konsumen juga membandingkannya dengan harga harga mobil mewah.
"Jadi mereka lebih pilih mobil mewah, enggak kehujanan lagi," ucapnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Mabua, Djonie Rachmat, menambahkan, sejatinya Mabua hanya mematok margin keuntungan 5-7 persen dalam menjual motor Harley. Padahal, di luar negeri margin keuntungan mencapai 35 persen.
"Tapi kita yang 5-7 persen saja sulit jualan," paparnya.
Baik Djonnie maupun Soetikno menyanggah, keterpurukan Mabua disebabkan oleh tidak solidnya manajemen.Β Mereka juga membantah kabar yang menyebut Mabua menunggak pajak dan bermasalah karena mendatangkan unit CBU namun diklaim sebagai model yang dirakit di Indonesia.
"Tidak ada itu. Tidak benar, kita tidak ada masalah dengan pajak," tuturnya.
Menurutnya, pihaknya memang tidak merakit lagi motor di pabriknya yang berada di Pulo Gadung, Jakarta Timur karena memang penjualan menurun. Sementara, pajak terus meroket.
Akibatnya, efisiensi karyawan, yakni dengan tidak memperpanjang kontrak karyawan dilakukan. Bahkan sejak awal 2015 sudah dilakukan.
"Jadi memang penjualan menurun, karena faktor daya beli. Pajak yang tinggi membuat orang enggan membeli," ucapnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...