Mabua Lepas Harley Karena Pajak Kemahalan, Ini Komentar Menkeu

Mabua Lepas Harley Karena Pajak Kemahalan, Ini Komentar Menkeu

Maikel Jefriando - detikOto
Jumat, 05 Feb 2016 17:52 WIB
Mabua Lepas Harley Karena Pajak Kemahalan, Ini Komentar Menkeu
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dokumen internal PT Mabua Harley-Davidson yang menyebutkan mereka melepas keagenan HD di Indonesia bocor.

Di surat itu disebutkan, berbagai peraturan pemerintah soal pajak barang mewah menyebabkan harga HD menjadi mahal di Indonesia dan membuat mereka sulit menjual motor besar itu di Indonesia.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Istana Negara pun mengomentari soal hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya itu bisnis biasalah. Lah kan banyak jugaΒ  yang punya dan mau beli, kalau kayak gini memang nggak mau ubah PMK (Peraturan Menteri Keuangan)? Ya sekarang pertanyaan itu suatu urgensi atau tidak, gitu lho. Kita nggak ngomongin kemungkinan, tapi kalau itu sesuatu hal yang penting, ya kita akan pertimbangkan," ujar Bambang, Jumat (5/2/2016).

Pemerintah lanjut Bambang, sebenarnya sudah memotong tarif pajak beraneka barang mewah, tetapi bukan motor.

"Kenapa? Karena bagi sebagian orang motor mewah memang bukan sebuah kebutuhan. Kamu memang naik? saya juga nggak punya," ujarnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil menambahkan, biasanya konsumen motor besar tidak mempedulikan soal besarnya pajak. Jadi kalaupun tidak ada agen resmi, konsumen ini biasanya langsung mengimpor sendiri motornya.

"Jadi kalau nggak punya diler disini ya diimpor langsung. Kalau kamu mau beli motor besar ya bayar lebih mahal lagi," ujarnya.


Presdir PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat rencananya akan menggelar jumpa pers soal beredarnya surat ini pekan depan.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads