Soal Penarikan R1, Yamaha Indonesia Tunggu Spare Part Pengganti dari Jepang

Soal Penarikan R1, Yamaha Indonesia Tunggu Spare Part Pengganti dari Jepang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 20 Jan 2016 18:03 WIB
Soal Penarikan R1, Yamaha Indonesia Tunggu Spare Part Pengganti dari Jepang
Foto: Yamaha
Jakarta - Yamaha Motor secara global menarik motor sport R1 dan R1M. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengakui bahwa 10 unit R1 dan R1M model 2015 yang dipasarkan di Indonesia juga terkena dampak masalah ini.

Asisten GM Marketing YIMM, Mohammad Masykur mengatakan, untuk penarikan R1 di Indonesia pihaknya masih menunggu spare part dari Jepang. Sementara saat ini Yamaha baru melayangkan surat penarikan ke pasar Amerika karena secara kuantitas di Negeri Paman Sam lebih banyak R1 yang terjual.

"Sementara ini baru Amerika dulu. Di Indonesia cuma 10 kan. Makanya secara quantity mereka prioritaskan Amerika dulu yang ribuan," sebut Masykur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yamaha juga belum memanggil konsumen R1 dan R1M. Sebab, YIMM masih menunggu waktu kepastian penyelesaian masalah ini.

"Karena kita komponen dari Jepang belum terima. Kita masih menunggu kepastiannya kapan, dari situ baru kita mengolah. Kalau sudah pasti, kita jadwalkan, siapa, kapan, berapa lama," kata Masykur.

Masykur mengatakan, pemilik R1 di Indonesia ada yang menanyakan isu penarikan ini. Namun, sampai saat ini tak ada keluhan dari konsumen.

"Enggak kerasa, di Amerika juga enggak ada keluhan kan. Beda dengan Takata (kasus penarikan mobil besar-besaran akibat airbag Takata). Takata kan udah kejadian. Kalau ini kasusnya belum ada kejadian, tapi Yamaha udah tahu bahwa ini ada kemungkinan terjadi masalah," sebut Masykur.

Masykur menyebut, transmisi pada motor sport itu sedikit bermasalah. Sebab, lama-kelamaan gear pada transmisi itu akan aus.

"Jadi sebelum ada kejadian, kita ketemukan, kemudian Yamaha Jepangnya ganti materialnya, itu kan perlu waktu juga. Mereka harus endurance dulu. Begitu selesai bikin prototipe, baru diproduksi, nah produksinya kita lagi nunggu," kata Masykur. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads