Asisten GM Marketing YIMM, Mohammad Masykur mengatakan, untuk penarikan R1 di Indonesia pihaknya masih menunggu spare part dari Jepang. Sementara saat ini Yamaha baru melayangkan surat penarikan ke pasar Amerika karena secara kuantitas di Negeri Paman Sam lebih banyak R1 yang terjual.
"Sementara ini baru Amerika dulu. Di Indonesia cuma 10 kan. Makanya secara quantity mereka prioritaskan Amerika dulu yang ribuan," sebut Masykur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita komponen dari Jepang belum terima. Kita masih menunggu kepastiannya kapan, dari situ baru kita mengolah. Kalau sudah pasti, kita jadwalkan, siapa, kapan, berapa lama," kata Masykur.
Masykur mengatakan, pemilik R1 di Indonesia ada yang menanyakan isu penarikan ini. Namun, sampai saat ini tak ada keluhan dari konsumen.
"Enggak kerasa, di Amerika juga enggak ada keluhan kan. Beda dengan Takata (kasus penarikan mobil besar-besaran akibat airbag Takata). Takata kan udah kejadian. Kalau ini kasusnya belum ada kejadian, tapi Yamaha udah tahu bahwa ini ada kemungkinan terjadi masalah," sebut Masykur.
Masykur menyebut, transmisi pada motor sport itu sedikit bermasalah. Sebab, lama-kelamaan gear pada transmisi itu akan aus.
"Jadi sebelum ada kejadian, kita ketemukan, kemudian Yamaha Jepangnya ganti materialnya, itu kan perlu waktu juga. Mereka harus endurance dulu. Begitu selesai bikin prototipe, baru diproduksi, nah produksinya kita lagi nunggu," kata Masykur. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk